KUR Penempatan PMI 2026 Resmi Diluncurkan, Akses Pembiayaan Hingga Rp100 Juta
Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) telah meluncurkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026. Peluncuran ini merupakan upaya strategis negara dalam menyediakan akses pembiayaan yang aman, mudah, dan terjangkau bagi para calon pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri.
Jawaban atas Tantangan Finansial Pra Penempatan
Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi konkret atas tantangan finansial yang sering dihadapi calon pekerja migran selama masa pra penempatan. Ia berharap kehadiran KUR ini dapat secara signifikan mengurangi praktik pinjaman nonformal dengan bunga tinggi yang selama ini mencekik pekerja migran.
Mukhtarudin memaparkan bahwa KUR Penempatan tahun ini menawarkan suku bunga yang sangat ringan, yakni hanya 6 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan bunga komersial yang bisa mencapai 12 persen atau lebih. "Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan pembiayaan dengan plafon maksimal hingga Rp100 juta dan jangka waktu hingga tiga tahun. Dana ini dapat digunakan secara fleksibel untuk menutup berbagai biaya, mulai dari pelatihan, sertifikasi, dokumen, hingga tiket keberangkatan," jelas Mukhtarudin dalam keterangan tertulis pada Kamis (12/3/2026).
Transformasi Tata Kelola Anggaran dan Perlindungan Menyeluruh
Menteri Mukhtarudin juga menyoroti perubahan signifikan dalam tata kelola anggaran yang memperkuat peran kementeriannya. Sejak akhir Desember 2025, kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah dialihkan dari Kementerian UMKM ke Kementerian P2MI. Ia menilai transformasi ini tidak hanya administratif, tetapi memperkuat mandat kementerian dalam memberikan perlindungan menyeluruh, mulai dari sebelum, saat, hingga purna penempatan pekerja migran.
Dampak Ekonomi Positif dari Remitansi Pekerja Migran
Mukhtarudin mengungkapkan capaian positif di tahun 2025, di mana realisasi penempatan Pekerja Migran mencapai 296 ribu orang, melampaui target awal sebesar 253 ribu. Keberhasilan ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi nasional melalui remitansi yang dikirimkan.
Kontribusi ekonomi pekerja migran terus menunjukkan tren yang mengesankan. Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi pada tahun 2024 mencapai Rp253 triliun, dan mengalami kenaikan signifikan di tahun 2025 sebanyak 14 persen menjadi Rp288 triliun. "Remitansi yang dikirim Pekerja Migran langsung menyentuh ekonomi keluarga di desa-desa, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat cadangan devisa negara. Ini adalah kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional," tegas Mukhtarudin.
Sosialisasi Intensif Hingga ke Tingkat Pedesaan
Mukhtarudin pun menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian P2MI dan lembaga perbankan untuk segera melakukan sosialisasi masif dan intensif. Ia menekankan agar informasi tentang program KUR ini tidak hanya berhenti di level seremonial, tetapi harus benar-benar sampai ke tingkat pedesaan di mana banyak calon pekerja migran bermukim.
"Jangan sampai program sudah diluncurkan, tetapi masyarakat di lapangan belum tahu cara mengaksesnya. Seluruh bank penyalur harus segera bergerak agar calon pekerja Migran kita bisa merasakan manfaat nyata dari kebijakan ini," paparnya dengan penuh semangat.
Target Penyaluran Rp393,5 Miliar dan Jangkauan yang Lebih Luas
Sementara itu, Direktur Jenderal Penempatan P2MI, Ahnas, menyebutkan bahwa target penyaluran KUR Penempatan tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp393,5 miliar. "Kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan pembiayaan. Jika pada tahun 2025 pemanfaatan masih didominasi oleh program magang, maka pada tahun 2026 ini kami targetkan akses yang lebih luas bagi seluruh calon Pekerja Migran," beber Ahnas.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah menggandeng 17 lembaga penyalur yang terdiri dari:
- Bank nasional seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI
- Bank syariah termasuk BSI
- Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti Bank BJB, Bank Jateng, dan Bank Papua
- Bank swasta seperti Bank Sinarmas dan Bank Artha Graha
Peluncuran KUR Penempatan PMI 2026 digelar di Kantor KP2MI Jakarta Selatan pada Rabu (11/3). Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, Sekjen P2MI Komjend Dwiyono Wibowo, serta perwakilan dari Kemenko Perekonomian dan Kementerian UMKM. Kehadiran perwakilan dari 17 lembaga penyalur menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pembiayaan yang pro pekerja migran ini.
