KP2MI dan MCA Bersinergi untuk Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia
KP2MI-MCA Sinergi Dorong Pemberdayaan Pekerja Migran

KP2MI dan MCA Perkuat Sinergi untuk Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus melakukan transformasi kelembagaan guna memperkuat tata kelola pelindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan Malaysia Chinese Association (MCA) dalam program pemberdayaan yang bertujuan membuka peluang kerja lebih luas bagi PMI di Malaysia secara menyeluruh.

Transformasi dan Tantangan Penempatan PMI

Menteri P2MI, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa transformasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pemetaan peluang kerja luar negeri, penyiapan dan pelatihan calon PMI terampil, layanan penempatan dan pelindungan, hingga pencegahan serta penindakan PMI non-prosedural. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan PMI, purna PMI, dan keluarganya sebagai bagian integral dari upaya ini.

Di Malaysia, tercatat sebanyak 22.915 layanan penempatan PMI, dengan mayoritas bekerja di sektor perkebunan. Namun, pada periode 1 Januari hingga 19 April 2026, pemerintah menerima 22.915 pengaduan dan 3.768 kasus pemulangan, yang sebagian besar melibatkan PMI non-prosedural. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Potensi Kolaborasi dengan MCA

Mukhtarudin menyatakan bahwa terdapat potensi besar dalam kolaborasi antara KP2MI dan MCA. "MCA dapat berperan dalam mengidentifikasi peluang kerja dan kebutuhan keterampilan industri di Malaysia, sehingga pelatihan di Indonesia lebih tepat sasaran. Selain itu, pembentukan task force bersama diharapkan dapat membantu penyelesaian sengketa antara PMI dan pemberi kerja," ujarnya dalam pertemuan dengan MCA di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Kolaborasi ini juga mencakup program pemberdayaan PMI melalui pelatihan dan beasiswa kewirausahaan, serta fasilitasi pemasaran produk purna PMI ke Malaysia melalui jaringan MCA. Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan peningkatan kualitas calon PMI melalui pendidikan vokasi dan upskilling untuk mengoptimalkan penempatan tenaga kerja terampil di luar negeri.

Skema Penempatan Resmi dan Peran MCA

Penempatan PMI di Malaysia akan didorong melalui sistem resmi, meliputi:

  • Skema P to P, yaitu kerja sama antara Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan agensi berizin di Malaysia.
  • Pengembangan skema G to P (Government to Private) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil dalam skala besar.

KP2MI berharap MCA dapat menjadi mitra strategis sebagai jembatan edukasi bagi pengusaha di Malaysia, agar mereka merekrut PMI secara prosedural dan memenuhi hak-hak dasar ketenagakerjaan sesuai regulasi yang berlaku.

Dukungan dari MCA dan Kebutuhan Tenaga Kerja

Vice President MCA, Datuk Ir. Lawrence Low, mengungkapkan bahwa hubungan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia sudah terjalin dengan baik. Pertemuan ini menghasilkan kerja sama penting untuk meningkatkan keterampilan PMI. "MCA memiliki dua universitas serta rumah sakit pendidikan. Dalam kerja sama ini, pekerja migran dari Indonesia dapat dikembangkan menjadi tenaga profesional maupun vokasi, khususnya untuk sektor kesehatan dan perkebunan kelapa sawit," kata Lawrence.

Lawrence menambahkan bahwa Malaysia sangat membutuhkan tenaga kerja migran. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pekerja migran dari Indonesia dapat mengisi kebutuhan di berbagai sektor, terutama yang memiliki keterampilan vokasi dan profesional, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.

Kesimpulan dan Dampak Jangka Panjang

Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa penempatan PMI tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional secara berkelanjutan. Sinergi antara KP2MI dan MCA diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih efektif dan manusiawi bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga