Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang Melawan AS-Israel
Iran Naikkan Upah Minimum 60% Saat Perang

Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang Melawan AS-Israel

Pemerintah Iran mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar lebih dari 60 persen saat perang berkecamuk melawan Amerika Serikat dan Israel. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja Iran pada Minggu (15/3/2026) waktu setempat, seperti dilansir dari kantor berita AFP.

Kenaikan Upah Minimum di Tengah Konflik

Kenaikan upah minimum ini terjadi beberapa bulan setelah unjuk rasa antipemerintah yang dipicu oleh ketidakpuasan rakyat atas kondisi ekonomi yang buruk. Iran secara rutin menyesuaikan upah minimumnya setiap tahun untuk memperhitungkan inflasi, yang meroket akibat sanksi internasional dalam beberapa bulan menjelang perang melawan AS dan Israel, yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Menurut kantor berita Tasnim, Menteri Tenaga Kerja Iran menyatakan bahwa "dengan persetujuan pemerintah", upah minimum bulanan akan naik dari 103 juta Rial Iran (sekitar Rp 1,3 juta) menjadi 166 juta Rial Iran (sekitar Rp 2,1 juta) pada tahun kalender Persia mendatang, yang akan dimulai dalam beberapa hari mendatang. Pengumuman serupa juga disampaikan mengenai kenaikan tunjangan anak.

Latar Belakang Ekonomi dan Unjuk Rasa

Menurut situs pemantauan Bonbast, mata uang Iran diperdagangkan sekitar 1,47 juta Rial Iran terhadap dolar Amerika. Unjuk rasa memprotes kondisi ekonomi Iran meletus sejak Desember tahun lalu, yang dipicu oleh tingginya biaya hidup dan depresiasi mata uang nasional.

Aksi protes itu meluas dan berkembang dengan cepat menjadi unjuk rasa antipemerintah yang berlangsung secara nasional, yang menyerukan diakhirinya kepemimpinan ulama di Iran yang berkuasa sejak revolusi Islam tahun 1979. Otoritas Iran melancarkan penindakan keras terhadap unjuk rasa tersebut, yang menurut kelompok-kelompok HAM, telah menewaskan ribuan orang.

Eskalasi Konflik dengan AS dan Israel

Situasi tersebut mendorong Presiden AS Donald Trump untuk melontarkan ancaman intervensi militer terhadap Iran. AS bersama Israel mulai melancarkan serangan militer skala besar terhadap Iran pada akhir Februari, dengan tujuan Trump telah bergeser, meskipun dia berulang kali menyerukan kepada rakyat Iran untuk mengambil peluang untuk bangkit dan mengambil kendali atas negara mereka.

Kenaikan upah minimum ini dapat dilihat sebagai upaya pemerintah Iran untuk meredam ketidakpuasan rakyat di tengah tekanan ekonomi dan konflik militer yang sedang berlangsung. Namun, efektivitas langkah ini dalam menstabilkan situasi domestik masih perlu dipantau lebih lanjut, mengingat kompleksitas perang dan sanksi internasional yang terus membebani perekonomian Iran.