Pemenuhan kesejahteraan dan keselamatan pekerja masih menjadi tantangan dalam perayaan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026. Menurut laporan global terbaru dari Organisasi Buruh Internasional (ILO), lebih dari 840.000 orang meninggal setiap tahun akibat kondisi kesehatan terkait dengan risiko psikososial.
Risiko Psikososial di Tempat Kerja
Risiko psikososial meliputi jam kerja yang panjang, ketidakamanan pekerjaan, dan perundungan serta pelecehan di tempat kerja. ILO memperkirakan bahwa secara global, sebanyak 35 persen pekerja bekerja lebih dari 48 jam per minggu. Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan penyakit kardiovaskular dan stroke.
Dampak Jam Kerja Panjang
Jam kerja yang panjang menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap kematian pekerja. Penelitian menunjukkan bahwa bekerja lebih dari 48 jam per minggu meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke secara signifikan.
Selain itu, ketidakamanan pekerjaan dan perundungan di tempat kerja juga memperburuk kondisi kesehatan mental pekerja. Banyak pekerja yang mengalami stres kronis akibat tekanan pekerjaan dan lingkungan kerja yang tidak sehat.
Seruan untuk Aksi Global
ILO menyerukan kepada pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia untuk mengambil tindakan nyata dalam mengurangi risiko psikososial di tempat kerja. Langkah-langkah yang direkomendasikan termasuk penetapan batas jam kerja yang wajar, peningkatan keamanan kerja, dan penerapan kebijakan anti-pelecehan yang ketat.
Perayaan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesejahteraan pekerja. Tanpa intervensi yang serius, angka kematian akibat risiko psikososial diperkirakan akan terus meningkat.



