KOMPAS.com - Beredar di media sosial sebuah tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Unggahan tersebut menyebutkan bahwa BSU 2026 telah mulai dicairkan dari Januari hingga Desember 2025 dengan besaran bantuan Rp 25 juta. Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut adalah hoaks dan merupakan modus pencurian data pribadi.
Narasi yang Beredar
Tautan yang disebut-sebut sebagai akses pendaftaran BSU 2026 dari Kemenaker disebarluaskan oleh pengguna Facebook pada Minggu (28/6/2026). Narasi dalam unggahan tersebut mengklaim bahwa bantuan sebesar Rp 25 juta dapat diakses melalui tautan yang diberikan. Namun, informasi ini tidak benar.
Penelusuran Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran terhadap tautan tersebut dan menemukan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kemenaker. Sebaliknya, tautan tersebut dirancang untuk mencuri data pribadi pengguna, seperti nomor KTP, nomor rekening, dan informasi sensitif lainnya. Kemenaker sendiri belum pernah mengumumkan program BSU 2026 dengan nilai sebesar Rp 25 juta. Program BSU sebelumnya memiliki besaran yang berbeda dan biasanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.
Menurut Kepala Biro Humas Kemenaker, tidak ada program BSU 2026 yang sedang berjalan. “Masyarakat harus waspada terhadap tautan yang mengatasnamakan Kemenaker. Selalu cek informasi resmi melalui situs web dan media sosial resmi Kemenaker,” ujarnya.
Dampak dan Imbauan
Hoaks ini berpotensi merugikan masyarakat yang tidak waspada. Data pribadi yang dicuri dapat disalahgunakan untuk kejahatan siber, seperti penipuan atau pembobolan rekening. Kemenaker mengimbau masyarakat untuk tidak mengklik tautan mencurigakan dan selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi. Jika menemukan tautan serupa, segera laporkan ke pihak berwenang.



