Dari Kopeng Salatiga, Calon Caregiver Indonesia Menjemput Asa ke Jepang
Calon Caregiver Indonesia Berangkat ke Jepang

Sejumlah calon caregiver asal Kopeng, Salatiga, Jawa Tengah, kini tengah bersiap untuk berangkat ke Jepang. Mereka adalah bagian dari program penempatan tenaga perawat lansia yang telah menjalani pelatihan intensif selama beberapa bulan.

Pelatihan Intensif di Kampung Halaman

Para calon caregiver ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lulusan SMA hingga sarjana. Mereka mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga pelatihan kerja setempat bekerja sama dengan mitra di Jepang. Pelatihan mencakup keterampilan merawat lansia, bahasa Jepang, serta adaptasi budaya.

“Kami belajar cara merawat lansia dengan baik, termasuk memandikan, memberi makan, dan berkomunikasi dengan mereka. Selain itu, kami juga belajar bahasa Jepang setiap hari,” ujar salah satu peserta, Sari (25), kepada Kompas.com.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Harapan dan Tantangan

Program ini diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya di sektor perawatan lansia yang sangat dibutuhkan di Jepang. Namun, para calon caregiver juga menghadapi tantangan, seperti perbedaan budaya dan bahasa.

“Tantangan terbesar adalah bahasa. Tapi kami yakin bisa mengatasinya dengan latihan terus-menerus,” tambah Sari.

Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah daerah setempat mendukung penuh program ini. Kepala Dinas Tenaga Kerja Salatiga, Budi Santoso, menyatakan bahwa program ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran di daerah.

“Kami berharap para caregiver ini bisa sukses di Jepang dan menjadi contoh bagi yang lain. Mereka juga akan mendapatkan gaji yang layak dan pengalaman berharga,” ujar Budi.

Prospek Karir di Jepang

Jepang merupakan salah satu negara dengan populasi lansia tertinggi di dunia. Hal ini membuat permintaan akan tenaga caregiver sangat tinggi. Para calon caregiver Indonesia ini akan ditempatkan di panti jompo dan fasilitas kesehatan di berbagai kota di Jepang.

“Kami sudah siap secara mental dan fisik. Semoga bisa memberikan pelayanan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar peserta lain, Ahmad (27).

Program ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua negara, baik dari segi ekonomi maupun sosial budaya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga