Ratusan Rumah di Medan Terendam Banjir Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang
Ratusan Rumah di Medan Terendam Banjir Akibat Hujan Deras

Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Medan, Sumatera Utara, pada Kamis malam, 4 Juni 2026. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 80 hingga 150 sentimeter.

Tiga Kecamatan Terdampak

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, menyebutkan setidaknya tiga kecamatan terdampak banjir, yaitu Medan Johor, Medan Selayang, dan Medan Maimun. Pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan bersama aparat kecamatan dan kelurahan setempat.

“Kami telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen cepat, sekaligus membantu proses evakuasi di wilayah yang terdampak,” ujar Yunita, Jumat pagi, 5 Juni 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Medan Johor: 150 Rumah Terendam

Di Kecamatan Medan Johor, banjir merendam sekitar 150 rumah warga yang berada di Jalan Luku, Kelurahan Kwala Bekala. Sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air mulai memasuki area rumah.

Medan Selayang: 80 Rumah Terdampak

Sementara itu, di Kecamatan Medan Selayang, genangan air cukup signifikan dengan sekitar 80 rumah terdampak di Jalan Saudara, Kelurahan Beringin. Beberapa warga memilih mengungsi sementara karena kondisi air yang naik cukup cepat pada malam hingga dini hari. Petugas gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan apabila hujan kembali terjadi.

Medan Maimun: 255 Rumah Terdampak

Di Kecamatan Medan Maimun, khususnya di kawasan Kampung Aur, tercatat sekitar 255 rumah terdampak banjir. Namun, hingga laporan terakhir, situasi masih relatif terkendali dan tidak terdapat pengungsi. Hal ini disebabkan sebagian besar rumah warga di kawasan tersebut merupakan bangunan bertingkat, sehingga warga masih dapat bertahan di lantai atas meskipun terjadi genangan di bagian bawah rumah.

Potensi Banjir Susulan

BPBD Kota Medan mencatat bahwa kondisi cuaca yang masih tidak stabil berpotensi memicu kenaikan tinggi muka air di beberapa titik lain. Banjir juga merendam sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Selain itu, di Jalan Balam, Kelurahan Sei Kambing B, sebuah warung kopi ambruk setelah hujan deras dan angin kencang, menyebabkan pengunjung berhamburan menyelamatkan diri.

Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar aliran drainase dan daerah rendah. “Selain melakukan evakuasi dan pendataan, petugas juga fokus pada pemantauan debit air serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan aliran air dapat segera surut,” demikian penjelasan Yunita.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga