Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan pengembangan besar-besaran jaringan kereta rel listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan transportasi massal yang lebih luas dan modern.
Rencana Pembangunan Jalur KRL Baru
Andre Rosiade mengungkapkan bahwa Prabowo akan membangun jalur KRL baru yang menghubungkan Jakarta dengan Sukabumi, Cikampek, dan Cilegon. Pernyataan ini disampaikan usai rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Andre, pemerintah berkomitmen memperluas jaringan KRL yang saat ini telah beroperasi agar dapat menjangkau wilayah yang lebih luas dan melayani lebih banyak penumpang. "Pak Prabowo memberikan perhatian besar kepada para pengguna kereta atau anak kereta. Karena itu, pemerintah akan memperluas jaringan KRL agar masyarakat memiliki pilihan transportasi yang semakin nyaman dan terjangkau," ujar Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR.
Detail Pengembangan Jalur
Andre menjelaskan bahwa jalur KRL yang saat ini beroperasi dari Jakarta hingga Cikarang akan diperpanjang menuju Cikampek. Pembangunan jalur tersebut ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini dan selanjutnya diteruskan hingga Purwakarta. Selain itu, jalur KRL Jakarta-Bogor yang sudah beroperasi juga akan dikembangkan hingga Sukabumi. Sementara untuk Jakarta-Rangkasbitung, pemerintah akan memperbesar kapasitas stasiun terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembangunan jalur menuju Cilegon, Banten.
"Ke depan akan ada pengembangan KRL Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Cilegon. Ini merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo terhadap masyarakat pengguna transportasi publik," kata Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Target Peningkatan Kapasitas Penumpang
Menurut Andre, pengembangan jaringan tersebut tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan layanan, tetapi juga meningkatkan kapasitas angkutan penumpang harian. "Saat ini jumlah pengguna KRL berkisar 1,1 hingga 1,3 juta orang per hari. Dengan pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas yang direncanakan, targetnya bisa meningkat hingga sekitar 1,6 juta pengguna per hari," katanya.
Andre menilai pengembangan KRL tersebut akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan kawasan-kawasan penyangga Jakarta. "Ini investasi jangka panjang untuk transportasi publik Indonesia. Semakin banyak masyarakat menggunakan kereta, semakin efisien mobilitas dan semakin baik kualitas hidup masyarakat perkotaan," imbuh Andre.



