Polda Metro Jaya Bina Peternak Ayam, Pasok 3.000 Telur ke SPPG Bekasi
Polda Metro Bina Peternak Ayam, Pasok Telur ke SPPG Bekasi

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) terus memperkuat rantai pasok pangan bergizi melalui program pembinaan peternak lokal. Kali ini, hasil panen telur dari peternakan binaan di Muara Gembong disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bekasi.

Panen 3.000 Butir Telur untuk SPPG

Kegiatan panen yang berlangsung pada Selasa (26/5) menghasilkan sekitar 3.000 butir telur ayam. Seluruh hasil produksi kumulatif selama empat hari tersebut langsung didistribusikan ke fasilitas pelayanan gizi di Bekasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya struktural Polda Metro Jaya untuk menjaga stabilitas pangan dan memastikan pasokan sumber protein berkualitas ke masyarakat.

Auditor Kepolisian Madya Itwasda Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ardanto Nugroho, menyatakan bahwa pendampingan dilakukan secara intensif agar rantai pasok tetap berjalan lancar. "Panen telur dari peternakan binaan ini menjadi bagian dari upaya struktural kami untuk mendukung ketersediaan bahan pangan bergizi, khususnya sumber protein, sekaligus memastikan rantai pasok bagi masyarakat tetap kuat dan terjaga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Distribusi Terjadwal ke Dua Titik Strategis

Hasil panen telur ayam dipasok secara terjadwal ke dua titik strategis di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. Lokasi distribusi meliputi fasilitas SPPG Cibatu dan SPPG Jaya Mukti. Pihak kepolisian mengelola distribusi ini dari hulu ke hilir bersama para peternak ayam petelur setempat. Pola ini diterapkan guna memastikan pasokan bahan pangan bergizi sampai secara tepat sasaran.

"Melalui pengelolaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, kami memastikan hasil produksi dari peternak binaan ini langsung disalurkan ke SPPG agar pemenuhan kebutuhan pangan bergizi dapat berjalan optimal dan manfaatnya tepat sasaran," tambah Kombes Pol. Ardanto Nugroho.

Peternakan Binaan di Lahan 1.000 Meter Persegi

Fasilitas peternakan binaan ini berdiri di atas lahan produktif seluas kurang lebih 1.000 meter persegi. Saat ini, pihak peternakan mengelola populasi ayam petelur yang mencapai 1.000 ekor. Melalui pembinaan teknis berkala, produktivitas harian peternakan mampu mencapai kisaran 80 persen dari total populasi.

Selain sektor perunggasan, kawasan pangan terpadu di Kampung Bagedor ini juga mengintegrasikan sektor lainnya. Kawasan tersebut memiliki tambak seluas 49 hektare untuk budidaya beberapa jenis ikan dan udang windu. Terdapat pula sektor peternakan yang saat ini merawat sekitar 50 ekor kambing.

Komitmen Perluas Pembinaan dan Imbauan Masyarakat

Polda Metro Jaya berkomitmen memperluas cakupan pembinaan kemitraan dengan para peternak serta petani lokal secara profesional. Upaya ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat di wilayah penyangga ibu kota. Kepolisian juga mengimbau masyarakat bersama pelaku usaha agribisnis untuk menjaga keamanan di sekitar fasilitas pangan. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan guna mencegah potensi gangguan ketahanan pangan.

Warga yang menemukan indikasi gangguan distribusi pangan dapat melapor ke kantor polisi terdekat. Laporan juga bisa disampaikan melalui layanan Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga