Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan, Kawasan Akan Ditata Jadi Pedestrian dan Ruang Hijau
Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak, Kuningan Bakal Ditata Ulang

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan Segera Rampung, Kawasan Akan Ditransformasi

Proses pembongkaran tiang proyek monorel yang mangkrak di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, terus berlangsung dengan intensif. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa target penyelesaian pekerjaan ini adalah sebelum tanggal 22 Juni 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah di Taman Ayodia, Jakarta Selatan, pada Jumat, 20 Februari 2026.

"Sekarang ini Jakarta, dalam hal ini adalah Bina Marga, sedang menyelesaikan monorel untuk dicabut atau dipotong. Dan ini sudah hampir selesai sekarang monorelnya sudah selesai, mudah-mudahan sebelum tanggal 22 Juni tahun ini," ujar Pramono Anung dengan penuh keyakinan.

Rencana Penataan Ulang Kawasan Kuningan

Setelah struktur baja yang terbengkalai selama bertahun-tahun itu berhasil dihilangkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menata ulang kawasan Kuningan secara menyeluruh. Konsep yang akan diterapkan adalah menciptakan pedestrian dan ruang terbuka hijau yang ramah bagi pejalan kaki, mengikuti model yang telah sukses diimplementasikan di kawasan Sudirman-Thamrin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jakarta untuk ini Kuningan kurang lebih nanti hampir sama dengan Sudirman–Thamrin; ada pedestrian, ada tempat untuk selokan dan taman yang lebih baik," jelas Pramono Anung. Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan memberikan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Simbol Proyek Transportasi yang Tak Terealisasi

Selama bertahun-tahun, deretan tiang beton dan rangka baja monorel tersebut berdiri tanpa kepastian di sepanjang koridor Kuningan, menjadi simbol dari proyek transportasi yang tak pernah terealisasi. Keberadaan tiang mangkrak ini sering kali menjadi sorotan dan kritik dari berbagai pihak.

Pramono Anung menegaskan bahwa penyelesaian pembongkaran tiang monorel mangkrak ini merupakan bagian dari komitmennya bersama Wakil Gubernur Rano Karno untuk menuntaskan proyek-proyek yang tertunda dari era pemerintahan sebelumnya. "Saya dan Bang Dul berulang kali menyampaikan kami akan menyelesaikan program-program yang belum terselesaikan oleh gubernur-gubernur sebelumnya," tegasnya.

Dampak Positif bagi Lingkungan dan Masyarakat

Penataan ulang kawasan Kuningan menjadi pedestrian dan ruang hijau diharapkan membawa berbagai manfaat, antara lain:

  • Peningkatan kualitas udara dengan adanya lebih banyak ruang hijau yang dapat menyerap polusi.
  • Pengurangan kemacetan dengan fasilitas pedestrian yang memadai, mendorong masyarakat untuk berjalan kaki.
  • Penciptaan ruang publik yang aman dan nyaman untuk aktivitas sosial dan rekreasi.
  • Peningkatan estetika kawasan yang selama ini terkesan kumuh akibat proyek mangkrak.

Dengan target pembongkaran yang jelas dan rencana penataan yang matang, langkah ini dianggap sebagai upaya konkret Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membenahi infrastruktur kota dan menyelesaikan masalah yang telah lama mengganggu. Masyarakat pun menantikan transformasi kawasan Kuningan menjadi area yang lebih hijau dan manusiawi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga