Liputan6.com, Jakarta - Tiga berita utama hari ini berkaitan dengan pemadaman listrik serentak yang melanda Aceh, Medan, Palembang, hingga Pekanbaru pada Jumat 22 Mei 2026 malam, menyebabkan Sumatra gelap gulita. PLN menjelaskan bahwa penyebab pemadaman adalah gangguan suplai aliran listrik di sejumlah wilayah.
Sumatra Blackout
Warga Palembang, Imam Agung, mengaku mendengar kabar bahwa sebagian wilayah Sumatera Selatan mengalami pemadaman total. "Infonya Sumatra Blackout," ujar Imam Agung kepada Liputan6.com. Sementara itu, Winda, warga Gaperta Medan, membenarkan kondisi listrik padam serentak. Winda mengaku sempat menghubungi PLN via telepon untuk mengonfirmasi, tetapi tidak tersambung. "Benar kak, tadi mulai padam pukul 18.45 WIB, tiba-tiba redup dan lama-lama mati lampu," katanya.
KNKT Ungkap Penyebab Kecelakaan Taksi Listrik Green SM
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab taksi listrik Green SM yang berhenti di perlintasan sebidang Bekasi Timur hingga akhirnya tertemper KRL. Dari hasil analisis data kendaraan, pengemudi diduga salah memindahkan posisi transmisi saat mobil melaju di jalur menurun. Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, berdasarkan data onboard unit yang berhasil diunduh, mobil awalnya berjalan normal dalam posisi transmisi drive (D) dengan kecepatan sekitar 15 km/jam. "Jadi taksi tersebut ketika menurun pada posisi D berjalan normal dengan kecepatan antara 15 km/jam," ujar Soerjanto saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Namun di tengah perjalanan, pengemudi justru memindahkan posisi transmisi ke netral (N). Dalam kondisi tersebut, kendaraan meluncur dengan kecepatan antara 3 hingga 7 km/jam.
KAI Investigasi Anjloknya KA Jaka Tingkir dan KA Serayu
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab tergelincirnya kereta api (KA) Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu di Stasiun Pasarsenen, Jakarta Pusat pada Jumat 22 Mei 2026. "Untuk penyebab tergelincirnya lokomotif (Jaka Tingkir) dan rangkaian kereta Serayu sebanyak dua axle itu masih dalam penyelidikan atau investigasi," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo di Stasiun Pasar Senen, Jumat 22 Mei 2026. Kepastian penyebab insiden tersebut baru dapat diketahui setelah proses investigasi selesai dilakukan. "Jadi nanti setelah ada investigasi nanti akan ketahuan hasilnya," ucap Franoto. Ia menjelaskan insiden tersebut melibatkan dua peristiwa lansiran KA di lokasi berbeda. Selain itu, kedua rangkaian yang tergelincir tidak sedang mengangkut penumpang.
Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com sepanjang Jumat 22 Mei 2026 mencakup tiga peristiwa utama tersebut, yang menjadi perhatian publik karena dampaknya yang luas.



