KSAD Laporkan Target Ambisius 7.000 Jembatan ke Presiden Prabowo
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak telah menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai target pembangunan 7.000 jembatan di berbagai wilayah Indonesia. Target ini diharapkan dapat tercapai pada awal tahun 2027, sebagai bagian dari upaya percepatan pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Peresmian 218 Jembatan dan Komitmen TNI AD
Pelaporan tersebut dilakukan dalam kesempatan peresmian 218 jembatan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 9 Maret 2026, melalui video conference dari Hambalang, Jawa Barat. Maruli, yang berada di Provinsi Aceh, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan program strategis TNI AD untuk meningkatkan konektivitas, terutama di daerah terpencil dan terdampak bencana.
"Kami berharap target di bulan Agustus jembatan bisa selesai, sekolah di bulan Oktober selesai di daerah bencana, sedangkan untuk seluruh jembatan yang ada di Indonesia ini, mudah-mudahan awal tahun depan 7.000 jembatan bisa selesai," ujar Maruli, seperti disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden.
Dia menambahkan bahwa hingga saat ini, pembangunan telah berjalan di lebih dari seribu titik, dengan 218 jembatan telah selesai dikerjakan dari total 1.072 yang sedang dalam proses. Fokus utama adalah mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil, serta menangani ratusan jembatan yang rusak akibat bencana.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Apresiasi Prabowo
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa lega dengan adanya jembatan-jembatan ini, karena anak-anak di desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai yang berbahaya untuk pergi ke sekolah. "Sekarang saya tidur lebih lega karena anak-anak di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan bahaya terhadap keselamatannya," kata Prabowo.
Dia juga memberikan apresiasi tinggi kepada anggota TNI yang bekerja keras menyelesaikan pembangunan dalam waktu 2,5 bulan, termasuk 77 jembatan bailey, 59 jembatan armco, dan 82 jembatan perintis. Prabowo menekankan bahwa jembatan di daerah terpencil sangat strategis bagi pemerintahannya, dengan mengutamakan kepentingan rakyat.
"Ini bukti sekali lagi bahwa pemerintah pusat, Pemerintah Republik Indonesia hadir. Hadir di tingkat yang terkecil sekalipun. Di desa, di dusun, di dukuh. Pemerintah Republik Indonesia tidak akan membiarkan rakyatnya dalam penderitaan dan dalam kesulitan," tegas Prabowo.
Prioritas Daerah Bencana dan Koordinasi Lintas Kementerian
Maruli menyebutkan bahwa berdasarkan survei, terdapat 480 jembatan di daerah bencana yang memerlukan penanganan segera, dengan 145 di antaranya telah selesai dibangun. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah yang telah mendukung koordinasi lintas kementerian dalam program ini.
Dengan target yang ambisius ini, diharapkan pembangunan 7.000 jembatan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur nasional, meningkatkan aksesibilitas, dan mendukung pemulihan pascabencana di berbagai daerah di Indonesia.
