Jakarta - Insiden ledakan di lokasi proyek galian di kawasan Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, menyebabkan dua pekerja harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi salah satu pekerja dilaporkan mulai membaik setelah menjalani perawatan, sementara satu korban lainnya masih menjalani operasi plastik akibat luka parah pada bagian wajah.
Perkembangan Kondisi Korban
Kapolsek Cilandak, Kompol Guspriatin Zen, menyampaikan bahwa kondisi satu korban sudah membaik, sementara korban lainnya menjalani operasi plastik karena luka parah di wajah. "Kondisi yang satu sudah membaik, yang satu operasi plastik operasi bagian muka kan agak parah kan di bagian muka," kata Guspriatin kepada awak media, Selasa (9/6/2026).
Seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung oleh perusahaan yang mengelola proyek tersebut. Polisi akan meminta keterangan para korban setelah kondisi mereka membaik untuk mendalami dugaan kelalaian dalam insiden ini. Penyidik telah memeriksa pimpinan proyek di lapangan sebagai saksi. "Sementara ya saksi, pimpinannya yang di lapangan dulu aja kan. Korban kan yang satu kan kurang lagi akan dioperasi itu tadi itu, yang satu sudah mulai akan membaik kan, sudah bisa diajak bicara kan. Baru itu dulu," jelasnya.
Kronologi Ledakan
Sebelumnya, sebuah ledakan mengejutkan warga dan pengguna jalan di kawasan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6/2026). Dua pekerja dilaporkan mengalami luka. Peristiwa tersebut bersumber dari lokasi proyek galian. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko, mengatakan polisi langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan Call Center 110.
"Kami datangin TKP di Jalan RS Fatmawati. Masuknya wilayah Cilandak," ujarnya. Insiden tersebut mengakibatkan dua pekerja yang berada di dekat titik ledakan mengalami luka serius pada bagian wajah. "Ada dua korban. Luka pada wajah. Keduanya dilarikan ke RS Fatmawati," katanya. Polisi telah mengantongi identitas kedua korban, yaitu H dan R, yang merupakan pekerja yang tengah melakukan aktivitas pengeboran jalan. "Korbannya inisial H dan R. Itu pekerja yang melakukan galian itu," ujar Joko.
Penyelidikan Polisi
Polisi terus mendalami penyebab ledakan dan kemungkinan adanya kelalaian. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk pimpinan proyek, terus dilakukan. Setelah kondisi korban membaik, polisi akan meminta keterangan mereka untuk melengkapi penyelidikan. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan kerja di proyek konstruksi.



