Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan pernyataan tersebut setelah menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah (Pemda) dan Danantara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Senin (11/5/2026).
Komitmen Kemendagri dalam Pengelolaan Sampah
Bima Arya menegaskan bahwa Kemendagri akan mengawal pelaksanaan program PSEL agar berbagai kendala di daerah dapat segera diatasi. Pendampingan yang dilakukan mencakup kesiapan lahan, pengangkutan sampah, aspek lingkungan, hingga kebutuhan teknis lainnya. "Insyaallah Kemendagri akan mengawal mulai dari masalah lahan, volume sampah yang diangkut, lingkungan, dan lainnya sesuai dengan perintah Pak Mendagri," ujar Bima.
Perhatian Presiden terhadap Masalah Sampah
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penyelesaian persoalan sampah di Indonesia. "Oleh karena itu, kita harus segera menyelesaikan permasalahan sampah yang sejak lama menjadi beban lingkungan, polusi tanah, air, udara, mengancam kesehatan masyarakat," kata Zulkifli.
Target 25 Lokasi PSEL
Zulkifli menjelaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 mengamanatkan percepatan penanganan sampah nasional. Tumpukan sampah di sejumlah daerah akan diolah menjadi energi listrik melalui teknologi modern yang dinilai aman dan telah diterapkan di berbagai negara. Program ini menargetkan 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota di Indonesia. Pada tahap awal, proyek akan difokuskan pada daerah dengan status darurat sampah.
Dalam acara tersebut, penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan oleh sejumlah pemerintah daerah di enam wilayah, yaitu Serang Raya, Semarang Raya, Kabupaten Bekasi, Bogor Raya, Medan Raya, dan Lampung Raya. Turut hadir Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, serta sejumlah gubernur dan bupati/wali kota terkait.
Program PSEL diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang menumpuk dan menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan pengawalan dari Kemendagri, diharapkan pembangunan fasilitas ini berjalan lancar dan tepat sasaran.



