Bogor – Tiga bangunan berupa masjid, majelis taklim, dan jembatan ambruk setelah tergerus aliran Kali Cikaret yang meluap di Bogor Barat, Kota Bogor. Luapan sungai ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Kronologi Kejadian
Heru (43), warga setempat, mengatakan bahwa ketiga bangunan yang saling berdampingan itu ambruk hampir bersamaan sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin (4/5/2026). Sebelumnya, bagian masjid telah ambruk pada Minggu (3/5) malam.
“Tadi pas hujan deras kejadiannya, kebetulan memang lagi nggak ada orang di masjid, lagi kosong. Kan dari semalam memang sudah dikosongin, sudah nggak boleh dipakai setelah semalam ambruk,” ujar Heru.
Ia menambahkan, “Jadi kalau yang masjid ini kejadian kedua kali, kalau majelis taklim sama jembatan baru kejadian hari ini. Pertama genteng mesjid ambruk, terus jembatan ambruk, terus tembok mesjid samping majelis ambruk juga. Ngga lama bangunan majelis itu ambruk juga.”
Kondisi di Lokasi
Berdasarkan pantauan, bangunan masjid dan majelis taklim yang ambruk berada tepat di bibir Kali Cikaret. Di depannya, jembatan penghubung antar kampung yang melintasi sungai tersebut juga ambruk pada bagian ujungnya. Bangunan masjid ambruk dari bagian depan hingga tengah, dengan sisa karpet masjid masih terlihat. Dinding samping majelis taklim yang dekat dengan bibir sungai jebol.
Pernyataan BPBD
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyatakan bahwa ketiga bangunan ambruk akibat luapan Kali Cikaret. Tebing di bawah bangunan longsor karena tergerus arus sungai. Hujan deras yang merata sejak pukul 13.30 WIB menyebabkan debit air meningkat dan sungai meluap.
“Lokasi ini juga kemarin sudah kita cek, dimana ada prasarana ibadah yakni mesjid yang ambruk. Sejak kemarin malam juga sudah diprediksi dan sudah diantisipasikan untuk tidak digunakan dan jembatan tidak dilintasi karena secara konstruksi sudah terganggu,” jelas Dimas.
BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk penanganan lanjutan. Selain itu, pihak kelurahan sedang mendata warga yang tinggal di bantaran Kali Cikaret untuk kemungkinan evakuasi.
“Untuk teknisnya nanti akan ditindaklanjuti oleh teman-teman PUPR. Kalau kami saat ini bersama teman-teman kewilayahan, dari kelurahan sedang menginventarisir warga yang akan diungsikan karena (rumah) berada di bibir Kali Cikaret,” pungkas Dimas.



