Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengambil langkah berani dengan mengalihkan fasilitas jabatan yang melekat pada posisinya sebagai kepala daerah, seperti rumah dinas dan kendaraan dinas, untuk kepentingan masyarakat. Kebijakan ini diwujudkan melalui program rumah tidak layak huni (rutilahu) dan bantuan ambulans desa.
Kebijakan Pengalihan Fasilitas Jabatan
Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Serang, Fariz Ruhiyatullah, menyampaikan bahwa sejak menjabat, Bupati Ratu memilih tidak menggunakan fasilitas rumah dinas jabatan beserta seluruh komponen pembiayaannya. "Beliau tidak menggunakan fasilitas rumah dinas jabatan, tidak menggunakan pemeliharaan rumah dinas, tidak menggunakan peralatan dan perlengkapan rumah dinas, serta tidak menggunakan beban biaya rumah dinas seperti listrik, air, dan telepon," ujar Fariz.
Kendaraan Dinas Juga Tidak Digunakan
Kebijakan serupa juga berlaku terhadap kendaraan dinas jabatan. Bupati Ratu tidak menggunakan kendaraan dinas beserta pembiayaan yang melekat pada fasilitas terkait. "Untuk kendaraan dinas jabatan juga tidak digunakan, termasuk tidak menggunakan pembiayaan pemeliharaan kendaraan dinas dan tidak menggunakan beban biaya kendaraan dinas seperti pajak STNK," jelas Fariz.
Anggaran Dialihkan untuk Program Sosial
Menurut Fariz, berbagai anggaran fasilitas jabatan tersebut kemudian dialihkan untuk program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. "Anggaran dari berbagai fasilitas jabatan itu dialihkan menjadi program rutilahu dan bantuan ambulans desa," jelasnya. Langkah ini menjadi bentuk efisiensi anggaran yang menegaskan komitmen Bupati Serang untuk memfokuskan APBD terhadap kepentingan publik.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Kebijakan ini dinilai selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Serang yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Dengan tidak menggunakan fasilitas rumah dinas maupun kendaraan dinas jabatan, Pemerintah Kabupaten Serang memiliki ruang fiskal lebih untuk memperkuat program sosial dan pelayanan dasar masyarakat, khususnya terkait akses hunian layak dan kesehatan di desa.
Dengan demikian, langkah Bupati Serang ini tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan. Program rutilahu dan ambulans desa diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pembangunan di daerah.



