Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pesisir di Indonesia hingga 12 Mei 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase Bulan Purnama yang akan terjadi pada 2 Mei 2026.
Penyebab Banjir Rob
Menurut BMKG, fase Bulan Purnama pada awal Mei 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum secara signifikan. Hal ini dapat memicu terjadinya banjir pesisir atau yang lebih dikenal dengan istilah banjir rob. BMKG menjelaskan bahwa fenomena astronomi ini menyebabkan gaya gravitasi bulan dan matahari bekerja secara maksimal, sehingga menarik air laut lebih tinggi dari biasanya.
Dampak bagi Masyarakat Pesisir
Potensi banjir rob ini diperkirakan akan berdampak langsung pada berbagai aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Beberapa sektor yang berpotensi terganggu antara lain:
- Aktivitas bongkar muat di pelabuhan yang dapat terhambat akibat genangan air.
- Pemukiman penduduk di daerah pesisir yang rentan terhadap genangan air laut.
- Tambak garam dan perikanan darat yang bisa mengalami kerusakan akibat intrusi air laut.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini. Persiapan seperti penanggulangan banjir sementara dan evakuasi barang berharga ke tempat yang lebih tinggi sangat disarankan untuk mengurangi risiko kerugian.
Wilayah yang Terdampak
Meskipun BMKG belum merinci secara spesifik wilayah mana saja yang akan terdampak, secara umum daerah pesisir di seluruh Indonesia memiliki potensi mengalami banjir rob selama periode tersebut. Masyarakat diharapkan tidak panik namun tetap siaga menghadapi kemungkinan kenaikan muka air laut.
Informasi lebih lanjut mengenai prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web dan media sosial mereka. Dengan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan dampak negatif dari fenomena alam ini dapat diminimalisir.



