BBPJN Kebut Perbaikan 7.400 Lubang Jalan Jelang Mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat
BBPJN Perbaiki 7.400 Lubang Jalan Jelang Mudik Lebaran 2026

BBPJN Kebut Perbaikan 7.400 Lubang Jalan Jelang Mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat tengah mempercepat perbaikan jalan nasional di wilayah Jawa Barat. Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 7.400 lubang sempat muncul di berbagai ruas jalan nasional di provinsi tersebut, menimbulkan kekhawatiran bagi kelancaran perjalanan pemudik.

Penanganan Cepat dan Target Penyelesaian

Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, mengungkapkan bahwa sebagian besar lubang tersebut telah berhasil ditambal. Saat ini, masih tersisa 226 lubang yang perlu diperbaiki, dengan target penyelesaian dalam dua hari ke depan. "Sampai saat ini, kalau dari jalur Pantura masih tersisa 131 lubang, dan kami targetkan dua hari ke depan sudah tidak ada lubang lagi. Itu kami harapkan begitu," jelas Rina dalam keterangannya di Cirebon, Rabu (11/3/2026).

Penyebab Kerusakan Jalan

Menurut Rina, kerusakan jalan ini terutama dipicu oleh dua faktor utama: hujan ekstrem dan lalu lintas kendaraan berat yang tinggi, khususnya di jalur Pantura. "Kami akui, hujan ekstrem dan cuaca ekstrem kemarin menyebabkan banyak kondisi jalan menurun. Musim hujan, apalagi di jalur Pantura dengan lalu lintas berat, memunculkan lubang-lubang baru. Namun, kami tetap konsisten menutup lubang tersebut dengan cepat dalam 1x24 jam menggunakan bahan TCM yang sudah disiapkan di posko PPK masing-masing," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Infrastruktur Jalan Nasional di Jawa Barat

BBPJN mencatat bahwa panjang jalan nasional di Jawa Barat mencapai 1.782,65 kilometer, tersebar di 256 ruas. Selain itu, terdapat 844 jembatan dengan total panjang 32.811 meter. Hasil survei semester II tahun 2025 menunjukkan bahwa kemantapan jalan nasional di Jawa Barat telah mencapai 97,77 persen, angka yang cukup tinggi namun tetap memerlukan perhatian khusus menjelang mudik.

Jalur Mudik Utama dan Titik Rawan

Untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026, pemerintah telah menyiapkan tiga lintasan utama di Jawa Barat:

  • Jalur Pantura: Dari Bekasi-Cikampek-Pamanukan hingga Cirebon, sepanjang sekitar 326 kilometer, yang menjadi favorit pemudik.
  • Jalur Tengah: Dari Cikampek-Purwakarta-Bandung–Ciamis hingga perbatasan Jawa Tengah.
  • Jalur Selatan (Pansela): Dari perbatasan Banten hingga Pangandaran menuju Jawa Tengah.

Meski perbaikan jalan dilakukan, pemudik diminta untuk mewaspadai 52 titik rawan banjir dan 53 titik rawan longsor di sepanjang jalur mudik Jawa Barat. Titik banjir antara lain berada di Bekasi, Parung, Bandung, Ciawi, hingga Cibadak, sementara rawan longsor terdapat di Puncak, kawasan Ciawi, Palimanan, dan Tomo. "Kami sudah melakukan pembersihan saluran dan koordinasi dengan BBWS untuk mengantisipasi genangan," tambah Rina.

Persiapan Posko dan Alat Penanganan Bencana

Guna memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik, BBPJN telah menyiapkan 23 posko jalur Lebaran di lokasi-lokasi strategis. Setiap posko dijaga oleh petugas selama 24 jam dalam dua shift dan dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang istirahat, musala, air minum, hingga area bermain anak. "Pemudik bisa beristirahat di posko. Di sana juga ada CCTV untuk memantau kondisi lalu lintas," kata Rina.

Selain itu, BBPJN juga menyiagakan 117 unit alat penanganan bencana (DRU) dan 31 unit pemeliharaan rutin yang ditempatkan di titik-titik rawan sepanjang jalur mudik. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan selama perjalanan mudik Lebaran 2026.

Dengan upaya perbaikan yang intensif dan persiapan matang, BBPJN berharap arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar dan aman bagi semua pengguna jalan di Jawa Barat. Pemudik disarankan untuk tetap waspada dan mematuhi informasi terkini dari pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga