Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Sampaikan Duka Cita
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya seorang balita berinisial I (4) yang terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. "Tentunya Pemerintah DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan," kata Pramono di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).
Pemprov DKI Beri Pendampingan dan Tanggung Biaya
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban sejak malam kejadian. Ia menginstruksikan jajaran pemerintah wilayah untuk mendampingi keluarga. "Sekaligus saya pada waktu malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan support sepenuhnya kepada keluarga, termasuk macam-macamnya sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta," jelasnya.
Proyek Taman Inisiasi Pemprov DKI
Pramono mengungkapkan bahwa proyek tersebut merupakan proyek pertamanan yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta. "Memang itu adalah project-nya yang diinisiasi oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan. Jadi, itu ruang untuk taman yang dikelola oleh CSR (Corporate Social Responsibility)," kata dia. Proyek ini merupakan lapangan multifungsi yang dikerjakan dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan.
Kronologi Kejadian Larut Malam
Berdasarkan laporan yang diterima Pramono, balita tersebut saat kejadian ikut menemani ibunya berjualan teh hingga larut malam. Korban masuk ke area proyek yang merupakan ruang tertutup. "Jamnya itu sudah hampir jam 12 malam, jam 11.50-an lebih lah begitu. Dan anak ini kemudian main ke ruang yang sebenarnya tertutup. Dan di ruang tertutup itu ada lubang, lubang untuk pengecoran di tempat itu," jelas Pramono. Kejadian ini disebutnya benar-benar di luar dugaan.
Pemprov DKI Hormati Jalur Hukum
Pramono menekankan bahwa pihak camat, lurah, dan jajaran terkait telah diminta terus mendampingi keluarga hingga proses pemakaman. "Kami sudah terlibat dari awal, termasuk saya sudah memerintahkan kepada camat, lurah, dan sebagainya untuk ikut sampai dengan penguburan," katanya. Ia juga menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta menghormati apabila keluarga korban memilih menempuh jalur hukum. "Dan kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan. Karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan. Itu kejadian yang sebenarnya," ucap Pramono.



