Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, secara resmi mengoperasikan menara Base Transceiver Station (BTS) milik Telkomsel yang berlokasi di Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Peresmian yang dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen Andre dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, khususnya di wilayah Sumatera Barat.
Komitmen Wakil Rakyat untuk Pemerataan Pembangunan
Dalam sambutannya, Andre Rosiade menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi merupakan bentuk tanggung jawab seorang wakil rakyat kepada masyarakat yang telah memberikan amanah. Ia menekankan bahwa tugasnya sebagai anggota DPR adalah mengabdi dan melayani, bukan sekadar mencari popularitas. “Jadi ini kami pertegas kembali, kami sebagai anggota DPR membantu Kabupaten Agam itu bukan karena ingin nyalon gubernur. Karena tugas kami memang dipilih masyarakat. Kalau sudah dipilih tentu harus mengabdi. Sudah terpilih tentu harus melayani. Sudah terpilih tentu harus mengeksekusi,” ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI tersebut.
Andre juga menyampaikan bahwa aspirasi pembangunan BTS di berbagai daerah di Sumatera Barat terus diperjuangkan bersama kepala daerah dan wali nagari. Banyak wilayah yang sebelumnya belum menjadi prioritas pembangunan akhirnya bisa direalisasikan setelah didorong secara langsung kepada pihak Telkomsel. “Kadang daerah ini dianggap belum prioritas karena keterbatasan anggaran. Nah tugas kami mendorong supaya yang belum prioritas itu bisa segera dibangun,” kata Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Target Penyelesaian Blank Spot Hingga 2029
Andre Rosiade menargetkan persoalan blank spot atau wilayah tanpa sinyal di Sumatera Barat dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2029. Untuk wilayah Sumbar 2, sejumlah titik yang kini menjadi prioritas di antaranya Galugua di Kapur IX serta Koto Tinggi Tambago PDRI di Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia juga mengapresiasi kerja keras Telkomsel yang terus membantu pengurangan blank spot di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. “Alhamdulillah Telkomsel sudah bekerja keras membantu kita semua di Sumbar memastikan blank spot terus berkurang,” ungkapnya.
Imbauan Jaga Aset BTS dari Pencurian
Dalam kesempatan tersebut, Andre turut mengingatkan masyarakat agar menjaga aset BTS, terutama baterai dan kabel yang kerap menjadi sasaran pencurian. Ia meminta perangkat nagari dan masyarakat aktif mengawasi orang-orang yang datang mengaku sebagai petugas Telkomsel. “Yang paling mahal itu baterai. Jadi tolong dijaga. Biasanya modus pencuri memakai atribut Telkomsel. Kalau ada yang datang, difoto KTP, orang dan motornya supaya mudah dilaporkan,” imbau Andre.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Telkomsel
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyebut bahwa saat ini masih terdapat sejumlah titik blank spot di Kabupaten Agam, di antaranya di Kecamatan Palembayan, Lubuk Basung, dan sebagian wilayah Malalak. “Kita tetap minta bantuan Pak Andre Rosiade untuk hal ini agar dipercepat Telkomsel,” kata mantan Wakil Ketua Komisi V DPR ini. Sementara itu, Manager Network Operation Bukittinggi Telkomsel, Surya Firdaus, mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Andre Rosiade terhadap percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi di Sumatera Barat. Ia berharap keberadaan BTS tersebut dapat dijaga bersama oleh masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre Rosiade atas dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan BTS di Sumatera Barat. Kami berharap BTS ini dijaga bersama oleh masyarakat, karena masih sering terjadi pencurian baterai di sejumlah lokasi,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Anggota DPRD Agam Novi Irwan, Camat Malalak Ulya Satar, para wali nagari, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta jajaran Telkomsel yakni Surya Firdaus (Manager Network Operation Bukittinggi), Galuh Ranggakusuma (Manager Mobile Consumer Branch Bukittinggi), Hafiz Alsatori (Supervisor Territory Mobile Business Bukittinggi), dan Baihaqi Firmansyah (Engineer Network Operation Bukittinggi).



