Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan peninjauan di kawasan Kali Ciliwung pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia melihat langsung kondisi bantaran sungai yang dipenuhi sampah.
Peninjauan Menggunakan Perahu Karet
Pantauan detikcom di lokasi menunjukkan AHY bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyusuri Kali Ciliwung menggunakan perahu karet. Mereka menelusuri sungai sepanjang sekitar 5 kilometer untuk memantau kondisi terkini.
Kondisi Sungai yang Kritis
"Bahwa ini benar-benar sungai kita kritis. Kalau tadi kita melihat kiri-kanan 5 km saja, itu nampak sekali bahwa memang kiri-kanan itu sampah," ujar AHY usai peninjauan di Sodetan Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.
AHY menegaskan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan dapat merusak lingkungan dan menyebabkan kebuntuan aliran sungai. "Nah kalau asal buang sampah sudah pasti akan terjadi kebuntuan. Mau dibuat sodetan-sodetan sebanyak apapun, kita sulit untuk mengalirkan air yang deras, apalagi kalau debitnya juga tinggi," tegasnya.
Harapan untuk Masyarakat
Menteri Koordinator tersebut berharap masyarakat dapat sadar akan potensi kerusakan lingkungan jika kali tidak dijaga. Ia tidak ingin warga Jakarta terus menerus mengalami banjir setiap tahunnya. "Jadi dengan demikian saya berharap kita semuanya benar-benar memahami kebutuhan dan urgensi agar tidak terjadi banjir yang meluap kapan saja, yang akhirnya seperti semua harus bersahabat dengan banjir, padahal itu bukan pilihan yang pertama," jelasnya.
Kerugian Akibat Banjir
AHY mewanti-wanti masyarakat untuk turut memelihara sungai. Menurutnya, lebih banyak kerugian yang didapat bila masyarakat tidak menjaga lingkungan. "Pilihan pertama kita adalah menghindari masyarakat dari banjir. Pertama ada bahaya terhadap diri kita, keluarga kita. Yang kedua pasti akan terjadi kerusakan materiil, akan terjadi kerusakan properti," imbuhnya.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta dan sekitarnya. Dengan kesadaran bersama, diharapkan sungai-sungai di Jakarta dapat kembali bersih dan berfungsi optimal.



