Sebanyak 18 rukun tetangga (RT) dan satu ruas jalan di wilayah Jakarta Barat masih tergenang air hingga Selasa siang, 5 Mei 2026. Data ini dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada pukul 14.00 WIB. Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa genangan terjadi akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin, 4 Mei 2026.
Penyebab Genangan
Hujan deras menyebabkan kenaikan tinggi muka air di sejumlah pos dan pintu air. Selain itu, beberapa sungai meluap, memperparah kondisi genangan di berbagai titik. Yohan menyatakan bahwa BPBD mencatat saat ini terdapat 18 RT dan satu ruas jalan yang tergenang.
Upaya Penanganan
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik. Yohan menambahkan, "BPBD bersama dengan para lurah dan camat setempat menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat."
Imbauan kepada Masyarakat
BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 112. "Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," jelas Yohan.
Data Wilayah Terdampak
Berikut adalah rincian wilayah terdampak di Jakarta Barat:
- Kelurahan Kedaung Kali Angke: 3 RT
- Kelurahan Rawa Buaya: 6 RT
- Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT
- Kelurahan Kembangan Selatan: 5 RT
Ketinggian genangan bervariasi antara 15 hingga 95 sentimeter. Penyebab utama adalah curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Satu ruas jalan yang tergenang adalah Jalan Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, dengan ketinggian genangan mencapai 40 sentimeter akibat curah hujan tinggi.
BPBD DKI Jakarta terus berupaya menangani genangan dan memastikan kondisi kembali normal secepat mungkin. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan melaporkan jika terjadi keadaan darurat.



