Spirit Airlines Bangkrut, Korban Perang AS-Israel dengan Iran
Spirit Airlines Bangkrut Akibat Perang AS-Israel-Iran

Maskapai penerbangan asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, resmi menghentikan seluruh operasinya pada Sabtu, 2 Mei 2026. Keputusan ini diambil sebagai dampak langsung dari perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Penyebab Kebangkrutan

Maskapai berbiaya rendah ini dinyatakan bangkrut setelah gagal mendapatkan dukungan dari kreditur untuk rencana penyelamatan yang diajukan kepada pemerintah AS. Faktor utama yang memicu kebangkrutan adalah lonjakan harga bahan bakar jet yang meningkat hingga dua kali lipat selama dua bulan konflik berlangsung.

Dampak terhadap Karyawan

Penutupan operasi Spirit Airlines diperkirakan akan menyebabkan ribuan karyawan kehilangan pekerjaan. Maskapai ini menjadi korban pertama di industri penerbangan akibat perang AS dengan Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sebelumnya, Spirit Airlines telah berupaya mencari jalan keluar dengan mengajukan rencana penyelamatan, namun kreditur menolak memberikan dukungan. Kondisi keuangan yang memburuk akibat kenaikan biaya operasional membuat maskapai tidak mampu bertahan.

Perang yang berkepanjangan antara AS, Israel, dan Iran telah menimbulkan gejolak ekonomi global, terutama di sektor energi dan transportasi. Harga bahan bakar yang melonjak drastis menjadi pukulan telak bagi maskapai penerbangan yang sudah berada dalam tekanan finansial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga