Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyatakan bahwa penurunan harga minyak dunia patut disyukuri karena menjadi angin segar bagi kondisi fiskal Indonesia.
Sebelumnya, pada Selasa (16/6/2026), harga minyak mentah dunia anjlok hingga 5% dan mencapai titik terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan ini terjadi setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut juga membuka jalan bagi Iran untuk kembali menjual minyak ke pasar global. Minyak mentah Brent turun US$ 4,21 atau 5,1% menjadi US$ 78,96 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot US$ 4,70 atau 5,8% menjadi US$ 76,05 per barel.
Penutupan tersebut merupakan yang terendah bagi Brent sejak 2 Maret dan bagi WTI sejak 4 Maret. Sebagai perbandingan, sebelum perang AS-Iran pecah pada 28 Februari, harga Brent ditutup di level US$ 72,48 per barel dan WTI di US$ 67,02 per barel.
Apresiasi Said Abdullah atas Penurunan Harga Minyak
“Turunnya harga minyak dunia itu perlu kita syukuri bersama karena tekanan fiskal kita berkurang. Kalau sampai naik terus menerus, fiskal kita akan bahaya. Karena kita tidak memiliki kemewahan terhadap fiskal kita,” kata Said Abdullah dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Terkait penyesuaian harga, ia mengatakan DPR dan pemerintah akan mulai menghitung pada bulan depan. Sebab, biasanya angka perhitungan mengacu pada rata-rata per tiga bulan.
“Terhadap penyesuaian harga, menurut hemat saya bulan depan baru bisa dihitung. Karena biasanya pemerintah dan DPR menghitung rata-rata per tiga bulan. Kalau hari ini harga minyak turun, besok naik, naik juga itu akan sangat merepotkan sekali bagi para pelaku usaha,” ujarnya.
Apresiasi terhadap Penguatan Rupiah
Selain itu, Said Abdullah juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini tengah menguat. Ia berharap rupiah mampu kembali ke angka Rp 17.500 per dolar AS.
“Apresiasi yang terjadi dalam beberapa hari ini menjadi konsen kita bersama, syukur-syukur pulih di Rp 17.500,” tutupnya.



