Ahmad Luthfi Bawa Jateng Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik
Ahmad Luthfi Bawa Jateng Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi dalam kategori Pengendalian Inflasi Terbaik. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) dan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 yang digelar di Yogyakarta Marriott, Yogyakarta. Pemprov Jateng berdampingan dengan Provinsi Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga meraih penghargaan serupa.

Apresiasi dan Harapan Gubernur

Ahmad Luthfi menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi pelecut semangat bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi tidak dapat dicapai oleh pemprov sendirian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari bupati, wali kota, hingga pemerintah desa. Luthfi menegaskan bahwa pengendalian inflasi sangat penting untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dan daya beli tetap terjaga, baik dari segi ketersediaan bahan pokok maupun keterjangkauan harga.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, serta perbankan menjadi kunci utama. Distribusi bahan pokok penting harus berjalan lancar hingga ke tangan konsumen. Sebagai contoh, Luthfi menyebut distribusi bawang merah dan cabai harus dikelola dengan baik agar harga tetap terjangkau dan inflasi dapat ditekan. Ia juga berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih dengan melibatkan seluruh komponen dan potensi masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penghargaan untuk Kabupaten/Kota

Selain Pemprov Jateng, beberapa pemerintah kabupaten dan kota juga menerima penghargaan. Kota Semarang meraih peringkat ketiga terbaik tingkat kota untuk kategori Penurunan Stunting. Sementara itu, Kabupaten Sukoharjo menjadi terbaik kedua tingkat kabupaten untuk kategori Pengendalian Inflasi. Di tingkat kota, Kota Magelang berhasil menjadi terbaik pertama dan Kota Surakarta meraih terbaik kedua untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.

Pernyataan Mendagri dan Menko Polkam

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa Apresiasi Pemerintah Daerah pada gelombang pertama ini mencakup empat kategori. Setiap kategori dinilai oleh dewan juri, dan hasil akhir menunjukkan selisih nilai yang tipis. Tito menekankan bahwa apresiasi ini bertujuan untuk menilai kinerja setiap pemerintah daerah sekaligus menjadi pemicu agar program-program yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah memberikan insentif kepada daerah yang berprestasi.

Menurut Tito, masih banyak kepala daerah dengan kinerja baik yang berhasil membawa daerahnya meraih prestasi. Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga upaya untuk menghadirkan lebih banyak contoh kepemimpinan yang berhasil menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menambahkan bahwa banyak pemimpin daerah yang memiliki prestasi bagus dan perlu diangkat sebagai inspirasi.

Pendekatan Regional

Tito menjelaskan bahwa pemerintah sengaja menggelar apresiasi berbasis regional agar setiap daerah memiliki kesempatan yang lebih setara untuk bersaing. Dengan skema ini, daerah yang memiliki kapasitas fiskal lebih kecil tetap dapat menunjukkan inovasi dan capaian terbaiknya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI (Menko Polkam) Djamari Chaniago menilai capaian para daerah penerima penghargaan menunjukkan kemajuan yang relatif merata. Menurut Djamari, selisih nilai antar pemenang tidak terpaut jauh. Ia mengingatkan bahwa penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk mempertahankan dan meningkatkan berbagai capaian yang telah diraih.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga