Anjuran WFH untuk Hemat BBM Bergema di Australia dan Eropa
Sidney - Dalam upaya mengatasi krisis energi global, anjuran bekerja dari rumah atau work from home (WFH) semakin gencar disuarakan di berbagai belahan dunia, termasuk Australia dan Eropa. Langkah ini dianggap sebagai solusi praktis untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketegangan geopolitik yang mempengaruhi pasokan energi.
Australia Dorong WFH untuk Efisiensi Energi
Dilansir dari ABC News, Kamis (2/4/2026), Australia turut merasakan dampak krisis minyak yang dipicu oleh perang di Timur Tengah. Seruan dari Badan Energi Internasional untuk membatasi perjalanan dan mendorong kerja jarak jauh telah mendapat respons positif dari serikat pekerja dan perusahaan di Australia.
Anjuran WFH ini terutama ditujukan bagi pekerja kantoran dan sektor keuangan, yang diharapkan dapat tetap produktif meski bekerja dari rumah. Wesfarmers, perusahaan yang mengelola merek-merek ternama seperti Bunnings, Kmart, Target, Officeworks, dan Priceline, telah mengkonfirmasi bahwa mereka menangguhkan sementara perjalanan non-esensial bagi tim korporatnya, termasuk menunda penerbangan.
Krisis bahan bakar ini memberikan tekanan signifikan pada pekerja yang bergantung pada mobil untuk perjalanan sehari-hari atau pertemuan dengan klien. Meskipun Australia telah menerapkan kebijakan untuk menjaga stabilitas BBM, seperti pengurangan separuh pajak bahan bakar selama tiga bulan, anjuran WFH tetap dianggap penting. Kebijakan pengurangan pajak tersebut diperkirakan akan menurunkan harga bensin sebesar 26,3 sen per liter, menghasilkan penghematan sekitar $19 untuk tangki berkapasitas 65 liter.
Eropa Serukan Langkah Serupa untuk Hemat Energi
Sementara itu, di Eropa, Komisaris Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen, juga mendorong warga di negara-negara anggota untuk bekerja dari rumah guna menghemat energi. Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (2/4/2026), Jorgensen menegaskan bahwa krisis energi ini akan memiliki dampak jangka panjang, bahkan jika perdamaian tercapai dalam waktu dekat.
"Bahkan jika perdamaian hadir besok, kita tetap tidak akan kembali normal dalam waktu dekat," ujar Jorgensen kepada wartawan setelah pertemuan luar biasa para menteri energi Uni Eropa. Ia menekankan bahwa semakin banyak upaya yang dilakukan untuk menghemat minyak, terutama solar dan bahan bakar jet, maka kondisi akan semakin membaik.
Jorgensen mendesak negara-negara anggota Uni Eropa untuk mengikuti rekomendasi Badan Energi Internasional, yang meliputi:
- Bekerja dari rumah jika memungkinkan.
- Mengurangi batas kecepatan di jalan raya sebesar 10 kilometer per jam.
- Mendorong penggunaan transportasi umum.
- Bergantian menggunakan mobil pribadi.
- Meningkatkan berbagi mobil.
- Mengadopsi praktik mengemudi yang efisien.
Ketegangan geopolitik, termasuk perang AS-Israel dengan Iran dan situasi di Selat Hormuz, telah mengganggu aliran energi regional, berkontribusi pada kekurangan pasokan dan tekanan harga di seluruh dunia. Anjuran WFH ini diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk meredam dampak krisis energi yang semakin meluas.



