PNS Tokyo Diminta Pakai Baju Pendek untuk Hemat Energi
PNS Tokyo Diminta Pakai Baju Pendek Hemat Energi

Pemerintah Metropolitan Tokyo menginstruksikan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya untuk mengganti setelan jas formal dengan pakaian yang lebih pendek dan santai saat bekerja di kantor. Langkah ini diambil sebagai upaya menekan biaya operasional pendingin ruangan di tengah lonjakan harga energi global yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Latar Belakang Kebijakan

Dikutip dari laporan France24 pada Jumat (24/4/2026), kebijakan ini mulai diterapkan di sejumlah kantor pemerintahan Tokyo. Beberapa pegawai terlihat mengenakan kaus oblong dan celana pendek sebagai pengganti kemeja lengan panjang dan celana panjang formal. Seorang pejabat Tokyo yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor pendorong utama kebijakan ini.

Dampak Konflik Timur Tengah

Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah telah menyebabkan kenaikan signifikan harga energi global, termasuk listrik dan bahan bakar minyak. Hal ini berdampak langsung pada anggaran operasional pemerintah Tokyo, terutama untuk biaya pendingin ruangan di gedung-gedung perkantoran. Dengan menerapkan aturan berpakaian yang lebih ringan, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan dan menghemat pengeluaran energi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Pegawai diizinkan mengenakan kaus dan celana pendek selama tidak mengganggu citra profesional.
  • Kebijakan ini bersifat sementara namun dapat diperpanjang sesuai kondisi energi.
  • Langkah serupa pernah dilakukan pada krisis energi sebelumnya di Jepang.

Reaksi Publik

Kebijakan ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian mendukung langkah pemerintah yang dinilai pragmatis dan responsif terhadap krisis, sementara yang lain mengkhawatirkan penurunan citra formalitas birokrasi. Namun, pemerintah Tokyo menegaskan bahwa efisiensi energi menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas fiskal daerah.

Dengan langkah ini, Tokyo bergabung dengan sejumlah kota besar lain yang pernah menerapkan kebijakan serupa, seperti "Cool Biz" di era pemerintahan sebelumnya. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi konsumsi listrik hingga 10 persen selama musim panas mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga