Pertamina Patra Niaga Raup Rp 3,2 Miliar dari Pengelolaan Sampah, Libatkan Ribuan Warga
Pertamina Raup Rp 3,2 Miliar dari Pengelolaan Sampah

Pertamina Patra Niaga Raup Rp 3,2 Miliar dari Pengelolaan Sampah, Libatkan Ribuan Warga

Dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional, PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa program pengelolaan sampah melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah menghasilkan nilai ekonomi kumulatif sebesar Rp 3,2 miliar bagi masyarakat. Inisiatif ini dijalankan di berbagai wilayah operasional perusahaan di seluruh Indonesia, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Kolaborasi Aktif Masyarakat dalam Jangka Panjang

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyatakan bahwa program ini telah diimplementasikan di 58 lokasi di seluruh negeri, melibatkan 2.470 masyarakat. Roberth menekankan bahwa pengelolaan sampah memerlukan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif dari warga. "Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat," ujarnya, seperti dilansir Antara pada Senin, 23 Februari 2026.

Program ini dirancang untuk menciptakan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis daur ulang dan pengolahan limbah. Melalui TJSL, perusahaan mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan bernilai ekonomi, memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan dan pelaku usaha mikro di sekitar wilayah operasional.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pencapaian Volume dan Pengelolaan Sampah

Secara total, program ini mencatat pengumpulan sampah sekitar 4,7 ribu ton per tahun, dengan 2,3 ribu ton di antaranya telah dikelola kembali melalui proses daur ulang dan pengolahan organik. Roberth menjelaskan bahwa angka ini mencerminkan upaya serius dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomi.

Implementasi Konkret: TPS 3R dan Budidaya Maggot

Salah satu contoh implementasi program ini dilakukan melalui unit Fuel Terminal Boyolali di Jawa Tengah. Unit tersebut menyediakan program Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R Resik di Desa Butuh, yang mampu mengelola 480 ton sampah per tahun dari 310 kepala keluarga dan 115 pelaku usaha. Program ini menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp 36 juta per tahun bagi masyarakat setempat.

Selain itu, perusahaan juga membina 15 bank sampah yang mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Inisiatif ini menghasilkan produk turunan seperti kompos, eco-enzyme, dan pakan ternak, yang memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok masyarakat.

Program di Wilayah Pesisir

Di wilayah pesisir, Program Kampung Pesisir Berdaya melalui Fuel Terminal Medan di Sumatera Utara, mampu mengelola Bank Sampah Horas Bah. Bank sampah ini dapat mengumpulkan sekitar 10 ton sampah per tahun dengan dampak ekonomi mencapai Rp 1,925 juta per bulan. Ketua Kelompok Program Bank Sampah Horas Bah, Dian Syahputra, menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. "Perubahan tidak datang dari satu orang, tetapi dari keberanian untuk bergerak bersama," katanya.

Kandidat PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup

Sejumlah program ini saat ini menjadi kandidat PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai bentuk pengelolaan lingkungan yang melampaui kepatuhan. PROPER Emas adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan yang terbukti menerapkan sistem manajemen lingkungan yang baik. Penilaian mencakup aspek seperti efisiensi energi, penurunan emisi, pengelolaan limbah, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program pengelolaan sampah sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat berbasis sirkular. Dengan demikian, manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan lebih luas di berbagai daerah di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga