Luhut Pastikan Pasokan BBM RI Aman Meski Konflik AS-Iran Memanas
Luhut: Pasokan BBM RI Aman di Tengah Konflik AS-Iran

Luhut Tegaskan Kesiapan Pemerintah Jaga Pasokan BBM RI di Tengah Konflik AS-Iran

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan serangkaian skenario komprehensif untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap kekhawatiran publik terkait dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi mengganggu sektor energi global.

Pemerintah Sudah Siapkan Skenario Kontijensi Berbasis Data

Dalam keterangannya di Cimahi, Luhut menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah didasarkan pada analisis data yang mendalam. "Berbasis data, kita sudah gambarkan skenarionya. Tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan, saya kira pemerintah juga sudah cukup siaga menyikapi hal ini," ujarnya, seperti dilaporkan dari detikJabar pada Rabu, 11 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dapat mempengaruhi stabilitas pasokan.

Rencana Kontijensi Mengacu pada Harga Minyak Global

Luhut menjabarkan bahwa skenario yang akan diimplementasikan pemerintah tetap mengacu pada pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional. "Ketika harga minyak mencapai 90 dollar, 100 dollar, bahkan sampai 150 dolar itu sudah dibuat. Nanti tentu kita lihat average berapa karena APBN kita 70 dollar, jadi kita hitung kalau naik 10 dollar bisa di angka Rp70 triliun. Tapi setelah kita hitung kemarin kita lega masih semua manageable," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan kalkulasi matang untuk menanggung beban anggaran jika terjadi kenaikan harga.

Distribusi LPG ke Daerah Terpencil Sudah Dilakukan

Selain BBM, Luhut juga menyoroti ketersediaan LPG yang telah didistribusikan dari pulau-pulau besar ke wilayah-wilayah terpencil yang sulit diakses. "Kalau di Pulau Jawa itu tidak terlalu ada masalah, karena dia (gas) datang langsung bisa dibagikan. Tapi di luar Pulau Jawa yang jauh itu masalah karena transportasi ke sana. Oleh karena itu dari mulai hari ini Pertamina sudah menyalurkan ke daerah-daerah luar dari Jawa untuk gas," paparnya. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasokan energi tetap merata di seluruh Indonesia, tanpa mengabaikan daerah-daerah yang memiliki tantangan logistik.

Dengan langkah-langkah proaktif ini, Luhut berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak perlu khawatir berlebihan mengenai pasokan energi nasional. Pemerintah terus memantau perkembangan konflik AS-Iran dan siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor energi di tanah air.