Menteri Eahlil Siapkan Insentif untuk Konversi Motor Bensin ke Listrik
Insentif Konversi Motor Bensin ke Listrik Disiapkan

Menteri ESDM Bahlil Siapkan Insentif Program Konversi Motor Bensin jadi Listrik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan kesiapannya untuk memberikan insentif dalam program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah dijalankan oleh Kementerian ESDM, dengan tujuan mendorong transisi energi nasional.

"Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya," ucap Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, seperti dilaporkan Antara pada Selasa, 10 Maret 2026.

Target dan Besaran Subsidi Masih Dibahas

Meski demikian, Bahlil belum menetapkan target jumlah motor yang akan dikonversi maupun besaran subsidi yang akan diberikan dalam program ini. Penentuan detail tersebut rencananya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi, yang baru dibentuk pemerintah.

"Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan," sambungnya. Satgas ini dibentuk khusus untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program transisi energi, termasuk konversi kendaraan bermotor.

Strategi Pengurangan Polusi dan Transisi Energi

Menurut Bahlil, konversi motor bensin menjadi motor listrik merupakan strategi penting pemerintah untuk mengurangi polusi udara dan melakukan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan. Program ini sejalan dengan upaya global dalam mendorong ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah menargetkan percepatan konversi sekitar 120 juta unit kendaraan bermotor konvensional menjadi kendaraan listrik. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menetapkan target implementasi program ini dapat berjalan optimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun, dengan harapan bisa terealisasi lebih cepat.

Langkah Awal dan Dukungan Pemerintah

Sebelumnya, pada Agustus 2024, Kementerian ESDM telah meluncurkan program konversi 1.000 unit motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik secara gratis, sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon. Biaya konversi dalam program awal itu tidak sepenuhnya berasal dari anggaran pemerintah, menunjukkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Bahlil menegaskan bahwa skema dukungan untuk program konversi motor listrik ini masih akan dibahas lebih mendalam oleh satgas yang baru dibentuk. Hal ini dilakukan sebagai upaya mempercepat penerapan energi bersih dan mendukung green economy di Indonesia.

Dengan adanya insentif yang disiapkan, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk beralih ke kendaraan listrik, sehingga kontribusi terhadap pengurangan polusi dan transisi energi dapat tercapai secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.