Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, melaporkan dua kali erupsi pada Sabtu malam. Letusan pertama terjadi pada pukul 19.04 WIB dengan tinggi kolom mencapai 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 5 menit 16 detik.
Erupsi Kedua dan Awan Panas
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyatakan bahwa erupsi kedua terjadi pada pukul 20.30 WIB. Meskipun tinggi kolom tidak teramati karena kabut, aktivitas terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 171 detik. Kedua erupsi disertai awan panas guguran, namun jarak luncur tidak teramati karena lereng tertutup kabut.
Status Siaga Level III
Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Imbauan Keselamatan
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar. Kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungainya, sangat diutamakan.



