Gubernur Jateng Tegaskan Stok Elpiji Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Gubernur Jateng: Stok Elpiji Aman, Warga Jangan Panik

Gubernur Jateng Pastikan Ketersediaan Elpiji Aman, Imbau Warga Tidak Panik

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa stok gas elpiji di wilayah provinsi tersebut masih dalam kondisi aman dan terkendali. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Gasindo di Kabupaten Karanganyar pada Rabu, 8 April 2026.

Cadangan Elpiji Mencukupi Enam Kali Lipat Kebutuhan Normal

Berdasarkan data hingga 7 April 2026, cadangan elpiji di Jawa Tengah tercatat mencapai 14.833 metrik ton. Jumlah ini setara dengan sekitar enam kali lipat dari kebutuhan normal harian, sehingga tidak ada alasan untuk khawatir akan kelangkaan atau kesulitan pasokan.

"Sudah kita lakukan pengecekan ketersediaan elpiji. Ketersediaan elpiji di Provinsi Jawa Tengah sangat cukup," kata Luthfi dalam keterangan tertulisnya. "Tidak perlu panik. Saya ulangi, ketersediaan elpiji kita cukup enam kali lipat dari normal."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gubernur Luthfi secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan panik, apalagi yang bersifat ilegal seperti menimbun atau menyuntik elpiji. Ia menekankan bahwa pemerintah akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku pelanggaran tersebut.

Pengawasan Ketat Distribusi Elpiji 3 Kg

Untuk memastikan penyaluran elpiji, terutama jenis subsidi 3 kg, berjalan tepat sasaran, Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah terus melakukan pemantauan intensif. Elpiji 3 kg ditujukan untuk konsumsi rumah tangga masyarakat kurang mampu, nelayan dengan kapal di bawah 5 GT, petani penggarap, dan usaha mikro.

"Jangan sampai elpiji 3 kg itu digunakan untuk usaha laundry, perusahaan, dan sebagainya. Itu yang harus kita lakukan operasi dan penertiban," jelas Luthfi. "Termasuk tindakan ilegal seperti disuntik atau penimbunan. Jadi ketersediaan, distribusi, dan keterjangkauan menjadi tiga hal penting."

Total pangkalan elpiji di Jawa Tengah mencapai sekitar 54.235 lokasi, atau sekitar 21% dari total nasional. Rata-rata, setiap kelurahan atau desa memiliki 6 unit pangkalan elpiji 3 kg. Pengawasan ini juga melibatkan Bupati, Walikota, dan jajarannya di tingkat kabupaten dan kota untuk memastikan efektivitas.

Koordinasi dengan Kepolisian dan Dukungan Pertamina

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi erat dengan kepolisian guna mengatasi potensi pelanggaran dalam distribusi elpiji. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, mengapresiasi dukungan ini.

"Kami mengimbau untuk bijak menggunakan energi, hemat menggunakan energi, dan kita memastikan penggunaan energi tidak sia-sia," ujar Fanda. Ia juga meminta peran aktif masyarakat dalam melaporkan praktik ilegal di wilayahnya kepada pihak berwajib, agar dapat diambil tindakan hukum yang tegas.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap stabilitas pasokan elpiji tetap terjaga dan masyarakat dapat mengakses energi dengan lancar tanpa gangguan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga