Bahan Bakar Fosil Dominasi Pembangkit Listrik Global, Ini Laporan Ember
Bahan Bakar Fosil Masih Dominasi Pembangkit Listrik Dunia

KOMPAS.com - Bahan bakar fosil seperti batu bara dan gas alam masih menjadi pilihan dominan sebagai sumber pembangkit listrik global. Hal tersebut berdasarkan laporan yang disampaikan oleh lembaga kajian energi global Ember pada April 2026.

Laporan itu menganalisis data kelistrikan dari 215 negara di penjuru dunia yang mewakili 93 persen permintaan listrik global. Analisis tersebut juga mencakup data untuk 13 kelompok geografis dan ekonomi, seperti Afrika, Asia, Amerika Latin, Uni Eropa, dan G7.

Temuan Utama Laporan Ember

Laporan Ember mengungkapkan bahwa meskipun ada peningkatan signifikan dalam kapasitas energi terbarukan, batu bara dan gas alam tetap mendominasi bauran energi global. Batu bara menyumbang sekitar 36 persen dari total pembangkit listrik, sementara gas alam menyumbang 23 persen. Energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin hanya mencapai 12 persen.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dominasi di Berbagai Kawasan

Di Asia, batu bara masih menjadi tulang punggung kelistrikan, terutama di negara-negara seperti China dan India. Sementara itu, di Uni Eropa, gas alam masih memegang peranan penting meskipun ada dorongan kuat untuk transisi energi. Di Amerika Latin, tenaga air mendominasi, tetapi batu bara dan gas tetap signifikan.

Laporan ini menekankan perlunya percepatan transisi energi untuk mencapai target iklim global. Ember mendorong negara-negara untuk meningkatkan investasi pada energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga