Pakar biofuel Prof. Ir. Nurkholis Hamidi, S.T., M.Eng., Dr.Eng. menilai penggunaan bahan bakar B50 membawa peluang besar bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa penerapannya harus dilakukan secara bertahap dan terukur.
Dampak pada Mesin Diesel Lama
Menurut Nurkholis, campuran biodiesel tinggi berpotensi memengaruhi performa mesin dan kebutuhan perawatan kendaraan, terutama pada mesin diesel lama. Sebagian mesin diesel lama tidak dirancang sejak awal untuk menggunakan bahan bakar dengan kandungan biodiesel tinggi.
“Mesin-mesin yang dulu dibangun atau dikonstruksi hingga sekarang kan ada yang tidak didesain menggunakan bahan bakar biodiesel dengan konsentrasi tinggi,” ujar Nurkholis, dikutip dari laman UB pada (25/4/2026).
Peluang dan Tantangan B50
B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel dan 50 persen solar. Pemerintah mengklaim penggunaan B50 dapat menghemat devisa hingga Rp 157 triliun per tahun. Namun, adaptasi teknologi mesin dan infrastruktur distribusi menjadi tantangan yang harus diatasi.
Nurkholis menyarankan agar uji coba dilakukan secara menyeluruh pada berbagai tipe mesin sebelum penerapan massal. Ia juga mendorong produsen kendaraan untuk mulai menyesuaikan desain mesin agar kompatibel dengan biodiesel konsentrasi tinggi.



