AS dan Israel Serang Infrastruktur Listrik Iran, Sebagian Wilayah Gelap Gulita
Teheran - Pemadaman listrik melanda beberapa wilayah Iran, termasuk area ibu kota Teheran, pada Minggu (29/3) waktu setempat. Gangguan ini terjadi menyusul serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap infrastruktur listrik negara tersebut.
Dampak Serangan pada Gardu Induk
Gempuran dari Washington dan Tel Aviv itu, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Senin (30/3/2026), mengenai sejumlah gardu induk listrik di wilayah Iran. Menurut para pejabat Teheran, serangan ini menyebabkan gangguan pasokan listrik yang signifikan.
Media lokal Iran melaporkan bahwa pemadaman terjadi di beberapa area di Teheran dan kota Alborz di sebelah utara negara tersebut. Gangguan juga dilaporkan terjadi di beberapa bagian distrik Karaj, yang terletak di sebelah barat Teheran.
Upaya Pemulihan dan Pernyataan Pejabat
Wakil Menteri Energi Iran, Mostafa Rajabi Mashhadi, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim, mengonfirmasi bahwa beberapa gardu transmisi listrik terkena dampak serangan AS-Israel. Namun, Mashhadi menyatakan bahwa pasokan listrik di area Teheran dan Karaj diperkirakan akan dipulihkan kembali dalam beberapa jam.
Dia menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir, sementara upaya-upaya sedang dilakukan untuk memulihkan layanan, sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah Iran, IRIB News, yang mengutip Kementerian Energi Iran.
Latar Belakang Ketegangan di Timur Tengah
Seluruh kawasan Timur Tengah telah dalam keadaan siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan-serangan ini telah mengakibatkan total sedikitnya 1.340 orang tewas di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan pembalasan ini memicu kerusakan dan korban luka di Israel maupun negara-negara Teluk.
Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran, dengan lebih dari 300 tentara AS lainnya mengalami luka-luka. Ketegangan ini memperburuk situasi keamanan regional yang sudah memanas.



