Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengonfirmasi bahwa dua kapal milik PT Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz dan belum mendapatkan izin untuk melintas. Kedua kapal tersebut mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah. Meskipun demikian, Sugiono menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap dalam kondisi aman dan tidak terganggu oleh insiden ini.
Kebutuhan Energi Nasional Tetap Terjaga
Sugiono menjelaskan bahwa jumlah 2 juta barel minyak tersebut hanya merupakan sebagian kecil dari total kebutuhan energi Indonesia. Ia membandingkannya dengan kebutuhan energi nasional yang jauh lebih besar, sehingga dampaknya relatif kecil. Pemerintah terus memantau situasi dan memastikan ketahanan energi tetap terjaga.
Sumber Alternatif Minyak Mentah
Menlu menuturkan bahwa suplai minyak mentah Indonesia tidak seluruhnya bergantung pada jalur Selat Hormuz. Pemerintah telah mencari sumber-sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi. Beberapa negara seperti Rusia dan Amerika Serikat menjadi opsi strategis dalam diversifikasi pasokan. Pertamina juga memiliki ladang minyak di berbagai lokasi lain yang dapat diandalkan.
Sugiono menambahkan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menjaga suplai BBM dan energi jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang tertahan di kapal Pertamina. Ia menekankan pentingnya tidak terfokus pada masalah kecil dan melupakan gambaran besar ketahanan energi nasional.



