Hari Raya Nyepi 2026, Terminal Mengwi di Badung Bali Tutup Sementara Operasional
Dalam rangka menghormati perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948, pengelola Terminal Tipe A Mengwi di Kabupaten Badung, Bali mengumumkan penutupan sementara operasional terminal. Keputusan ini diambil untuk mendukung pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yang menghentikan seluruh aktivitas masyarakat di Bali selama 24 jam.
Jadwal Penutupan Terminal Mengwi
Menurut Kepala Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, penutupan akan dimulai pada H-1 Nyepi, yaitu Rabu, 18 Maret 2026. Keberangkatan terakhir bus dari terminal dijadwalkan paling lambat pukul 17.00 Wita. "Setelah itu, operasional terminal akan ditutup mulai pukul 18.00 Wita pada H-1 Nyepi hingga H+1 Nyepi," jelas Tantara, seperti dilansir Antara, Senin (16/3/2026).
Terminal baru akan dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 Wita. Pengelola telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh perusahaan otobus terkait penyesuaian jadwal ini, memastikan koordinasi yang baik untuk menghindari gangguan.
Antisipasi dan Perlindungan Penumpang
Untuk mengantisipasi kemungkinan penumpang yang tertinggal atau belum mendapatkan tiket, pengelola terminal telah menyiapkan sejumlah skenario. "Terminal telah mengimbau perusahaan otobus agar bertanggung jawab penuh terhadap penumpang yang menggunakan layanan mereka," terang Tantara.
Perusahaan otobus diwajibkan mempertanggungjawabkan penumpang agar tidak ada yang terlantar selama Hari Raya Nyepi. Mekanisme perlindungan yang disediakan meliputi asuransi dan pengaturan penggantian jadwal jika terjadi kendala perjalanan, memastikan layanan transportasi tetap berjalan tertib tanpa mengganggu perayaan.
Penutupan Jalan Tol Bali Mandara
Selain terminal, PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) juga akan menutup operasional Jalan Tol Bali Mandara selama 32 jam. Penutupan diberlakukan mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 23.00 Wita hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 07.00 Wita, sebagai wujud penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi.
Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang, menegaskan bahwa akses jalan tol tetap dapat digunakan untuk kepentingan darurat, seperti kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans, dengan pendampingan dari Pecalang atau instansi terkait. Petugas tol akan tetap siaga selama penutupan untuk memastikan layanan sesuai standar operasional.
Dukungan untuk Upacara Melasti
PT JBT juga mendukung kegiatan Upacara Melasti yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 05.00 Wita di Kawasan Pemelastian Desa Adat Pedungan. Perseroan akan menurunkan Tim Mobile Customer Service (MCS) dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta Pecalang dalam pengaturan lalu lintas.
Selama prosesi, rekayasa lalu lintas berupa sistem lawan arah sementara akan diterapkan di jalan akses Pelabuhan Benoa. Jalur dari Depo Pertamina menuju Pelabuhan Benoa diperuntukkan bagi peserta upacara, sedangkan jalur sebaliknya difungsikan sebagai jalur dua arah.
Persiapan Menghadapi Libur Panjang
Di sisi lain, PT JBT melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Satgas Jasamarga Bali Tol Siaga Idulfitri 1447 H dibentuk dan akan beroperasi dari 11 hingga 31 Maret 2026.
Puncak arus lalu lintas diperkirakan terjadi pada 27 Maret 2026, dengan estimasi 57.375 kendaraan melintas di Jalan Tol Bali Mandara. Untuk mengantisipasi lonjakan, PT JBT telah menambah 2 Gardu Tol Otomatis (GTO) di Gerbang Tol Benoa yang beroperasi sejak Desember 2025.
Dengan langkah-langkah ini, pengelola terminal dan jalan tol berkomitmen untuk menjaga kelancaran transportasi sekaligus menghormati tradisi keagamaan di Bali, memastikan Hari Raya Nyepi 2026 berjalan dengan khidmat dan aman bagi semua pihak.
