Posko Mudik BBPJN di Prupuk Tegal Siap Layani Pemudik dengan Fasilitas Lengkap
Posko Mudik BBPJN di Prupuk Tegal Siap Layani Pemudik

Posko Mudik BBPJN di Prupuk Tegal Siap Layani Pemudik dengan Fasilitas Lengkap

Bangunan bercat putih itu berdiri mencolok di pinggir Jalan Nasional Prupuk-Simpang Tiga Utara Jalan Lingkar Bumiayu, Kabupaten Tegal. Di dinding depannya, tulisan besar berwarna kuning dan biru bertuliskan Posko Terpadu Klonengan menjadi penanda fungsi strategis tempat tersebut. Tak jauh dari halaman, sebuah alat berat terparkir di pinggir jalan, sementara hamparan sawah membentang di seberang dengan latar Gunung Slamet yang tampak samar dari kejauhan.

Fasilitas Pendukung untuk Kenyamanan Pemudik

Dekat pintu masuk, sebuah rak kecil bertuliskan "Tempat Charger HP" dilengkapi beberapa colokan listrik siap digunakan. Ruangan dalam posko terlihat sederhana namun tertata rapi dengan lantai keramik putih mengilap. Dua bantal duduk segitiga diletakkan di atas karpet biru tua, menciptakan area beristirahat yang nyaman bagi pemudik yang singgah sejenak. Beberapa kursi sofa juga mengelilingi meja kayu kecil di sisi lain ruangan.

Bangunan ini disiapkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta sebagai bagian dari layanan arus mudik Lebaran 2026. Kepala Bidang Preservasi I BBPJN Jawa Tengah-DIY, Fajar Triawan, menjelaskan bahwa posko tersebut merupakan bagian dari jaringan posko mudik yang disiapkan di seluruh ruas jalan nasional.

"Dalam rangka dukungan terhadap arus mudik Lebaran, kami mendirikan 18 posko yang tersebar di seluruh ruas jalan nasional di Jawa Tengah. Sementara di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat lima posko tambahan," kata Fajar di lokasi, Kamis (12/3/2026).

Lokasi Strategis dan Kerja Sama Lintas Instansi

Posko ini berdiri di titik yang dianggap sangat strategis karena berada di jalur penghubung menuju wilayah selatan Jawa Tengah. Persimpangan Dermojaya atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kawasan Flyover Klonengan merupakan pertemuan arus kendaraan dari jalur Pantai Utara menuju wilayah Banyumas dan sekitarnya.

"Kalau untuk arus mudik yang menuju selatan, ini salah satu rute yang biasanya padat," ungkap Fajar.

Pembangunan posko ini merupakan hasil kerja sama beberapa instansi. Standar pembangunan sebenarnya telah ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, namun posko di Klonengan dibangun melalui kolaborasi dengan Satlantas Tegal. Lahan disediakan oleh Dinas Perhubungan, sementara pengelolaannya melibatkan Balai dan kepolisian, menjadikannya sebagai posko terpadu yang komprehensif.

Kesiapan Penanganan Darurat dan Fasilitas Tambahan

Di sekitar posko disiagakan peralatan untuk penanganan darurat di jalan, termasuk satu unit loader excavator dan satu unit truck crane kecil. Peralatan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi gangguan di jalur mudik, seperti pohon tumbang atau hambatan lain yang mengganggu arus kendaraan.

"Kalau ada kejadian darurat, alat kami sudah siap di sini," tegas Fajar.

Di bagian belakang kompleks posko terdapat area parkir yang cukup luas untuk kendaraan pemudik. Sebuah masjid juga berdiri di area yang sama, memberikan fasilitas ibadah tambahan. Polisi turut menyiapkan tenda layanan tambahan, termasuk fasilitas tambal ban bagi pengendara yang mengalami masalah di perjalanan.

Menurut Fajar, posko tersebut terbuka bagi semua pemudik, baik pengguna mobil maupun sepeda motor, tanpa batasan waktu istirahat. "Kalau memang membutuhkan istirahat ya dipersilakan. Tidak harus dibatasi 10 atau 15 menit. Situasional saja," jelasnya.

Jangkauan Wilayah dan Persiapan Material

Kepala Satuan Kerja PJN 1 Provinsi Jawa Tengah, M. Syidik Hidayat, menambahkan bahwa wilayah kerja satuannya mencakup ruas Losari hingga Semarang, Tegal dan Slawi ke arah selatan hingga Wangon, serta Wangon menuju Majenang sampai perbatasan Jawa Barat. Total panjang jalan yang menjadi tanggung jawab Satker PJN 1 mencapai 462 kilometer.

Panjang ruas utama yang melintasi kawasan tersebut sekitar 135,5 kilometer dengan sejumlah kegiatan penanganan jalan, termasuk perbaikan di kawasan Dermojaya yang kini diperlebar dan dilengkapi saluran irigasi. Penanganan di lokasi ini mencakup sekitar 9 kilometer dan ditargetkan selesai pada Maret 2027.

Untuk mendukung penanganan cepat, Satker PJN 1 menyiapkan material cold mix atau aspal siap pakai. Untuk ruas PPK 1.4 disiapkan sekitar 400 sak, sementara secara keseluruhan disiapkan sekitar 1.300 sak aspal untuk penanganan cepat di berbagai titik jalur mudik.