Yai Mim Dimakamkan di Blitar Dekat Makam Orang Tua, Prosesi Berlangsung Malam Hari
Jenazah mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, Imam Muslimin yang dikenal sebagai Yai Mim, telah dimakamkan di Blitar. Pemakaman berlangsung pada malam hari, tepatnya di TPU Dusun Wonorejo, Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Lokasi Pemakaman Dekat dengan Rumah Duka
Berdasarkan laporan dari detikJatim, Selasa (14/4/2026), TPU tersebut berjarak kurang lebih 1 kilometer dari rumah duka. Rumah duka ini merupakan rumah kakak pertama Yai Mim, di mana beberapa saudara dan tetangga tampak melayat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Pantauan di lokasi TPU menunjukkan bahwa makam Yai Mim berada di sekitar pintu masuk area pemakaman. Almarhum, yang merupakan eks dosen UIN Malang, dimakamkan berdekatan dengan makam kedua orang tuanya, menciptakan suasana yang penuh dengan nilai keluarga dan tradisi.
Prosesi Pemakaman Berlangsung Cepat
Salah seorang tetangga, Wulan, mengungkapkan bahwa jenazah Yai Mim tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Jenazah dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka, dan setelah itu, proses pemakaman langsung dilaksanakan tanpa penundaan yang berarti.
"Kalau tidak salah sekitar pukul 22.00 WIB. Ambulans datang, tidak lama langsung dimakamkan," terang Wulan saat ditemui oleh tim detikJatim pada hari yang sama.
Ritual Keagamaan Dilaksanakan dengan Khidmat
Keponakan Yai Mim, Fatimatuz Zahro (32), menjelaskan bahwa jenazah dibawa ke rumah duka milik kakak pertama almarhum. Setelah tiba, jenazah langsung dimandikan dan disalatkan sesuai dengan tata cara Islam, sebelum akhirnya dibawa ke TPU untuk dimakamkan.
Prosesi ini mencerminkan penghormatan yang mendalam dari keluarga dan masyarakat setempat terhadap almarhum, meskipun Yai Mim sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam kasus hukum terkait pornografi.
Pemakaman ini menandai akhir perjalanan hidup Yai Mim, dengan lokasi makam yang strategis dekat dengan orang tuanya, memperkuat ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga hingga akhir hayatnya.



