Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan acara silaturahmi nasional organisasi masyarakat Islam serta halal bihalal dalam rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada Rabu (15/4/2026) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting negara, termasuk pimpinan tertinggi Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia.
Kehadiran Pejabat Tinggi Negara
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampak hadir dalam acara tersebut, bahkan duduk berdampingan selama pelaksanaan kegiatan. Kehadiran kedua pimpinan institusi keamanan ini menandakan dukungan penuh terhadap kegiatan silaturahmi yang digagas oleh MUI.
Selain kedua pimpinan TNI-Polri, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Muzani dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Turut hadir pula perwakilan dari berbagai kedutaan besar negara-negara Islam yang menjadi tamu undangan dalam kegiatan ini.
Peserta dari Berbagai Kalangan
Ketua Panitia acara, Muhammad Zaitun Rasmin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai latar belakang. "Ada lebih dari 1.000 orang pengurus MUI Pusat sehingga memang sangat diperlukan halalbihalal untuk keluarga besar pengurus MUI saja," jelasnya dalam sambutan pembukaan.
Peserta yang hadir terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat Islam tingkat nasional, organisasi kepemudaan Islam (OKP), pondok pesantren, ulama, hingga tokoh masyarakat dan bangsa. Menurut Zaitun Rasmin, acara ini juga dihadiri oleh pejabat dari berbagai lembaga negara, mencakup unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Tema "Bersatu dalam Ukhuwah"
Acara silaturahmi nasional ini mengusung tema "Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia". Tema ini dipilih sebagai respons atas kondisi dunia Islam yang tengah menghadapi berbagai tantangan global dalam beberapa bulan terakhir.
"Tema ini dipilih dan telah dimusyawarahkan berkali-kali oleh tim pengarah karena berangkat dari keprihatinan yang mendalam atas apa yang terjadi akhir-akhir ini, terutama pada dunia Islam sejak beberapa bulan terakhir," tutur Zaitun Rasmin menjelaskan latar belakang pemilihan tema tersebut.
Kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarorganisasi Islam di Indonesia sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap perkembangan situasi global yang mempengaruhi umat Islam di berbagai belahan dunia.



