HNW Kritik Sahur On The Road Pakai Sound Horeg di Jombang: Ganggu Esensi Puasa
HNW Kritik Sahur On The Road Pakai Sound Horeg di Jombang

HNW Kritik Acara Sahur On The Road di Jombang Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi

Wakil Ketua MPR sekaligus anggota Komisi VIII DPR, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyoroti kegiatan sahur on the road (SOTR) di Jombang yang menggunakan sound horeg dan menampilkan penari seksi. HNW menilai acara tersebut tidak sesuai dengan esensi ibadah puasa Ramadan dan justru mengganggu ketenangan masyarakat.

Kegiatan Sahur yang Tidak Nyambung dengan Nilai Puasa

Dalam pernyataannya, HNW menegaskan bahwa penggunaan sound horeg dalam acara sahur sangat jauh dari prinsip berpuasa. "Ya, kalau itu (sound horeg) dikaitkan dengan sahur on the road kan nggak nyambung gitu," ujar HNW kepada wartawan pada Selasa (24/2/2026). Menurutnya, sahur seharusnya bertujuan membangunkan masyarakat untuk menyantap makanan dengan cara yang etis dan tidak menimbulkan kebisingan.

HNW menjelaskan, "Mestinya kalaupun sahur on the road itu adalah betul-betul dalam rangka untuk mengingatkan, membangunkan orang untuk sahur, bukan malah untuk mengganggu orang yang sahur, bukan malah mengganggu esensi berpuasa yang di antaranya adalah terkait menjaga etika, kesopanan, dan lain sebagainya." Dia menekankan pentingnya menghadirkan kenyamanan selama sahur, terutama bagi umat Islam yang sedang beribadah puasa.

Permintaan Tindakan Tegas dari Aparat dan Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, HNW mengungkapkan bahwa kegiatan SOTR dengan sound horeg ini ternyata tidak mengantongi izin dari pemerintah desa dan kepolisian. Oleh karena itu, dia meminta aparat dan pemerintah daerah untuk segera menertibkan aksi-aksi serupa. "Jadi kalau demikian halnya, mestinya pemerintah desa atau pemerintah tingkat daerah dan kepolisian, segera menghentikan ya, menertibkan gitu, karena ini jelas kegiatan yang mengganggu ketertiban umum, yang mengganggu kenyamanan orang berpuasa," tegasnya.

HNW juga menyoroti lokasi acara yang berlangsung di Jombang, sebuah kota yang dikenal sebagai kota santri. Dia berharap pelaku kegiatan ini menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada warga. "Mestinya karenanya, mereka tahu dirilah untuk tidak melanjutkan kegiatan ini dan sangat baik kalau mereka juga berani minta maaf kepada warga Jombang dan pada warga Indonesia secara umum karena ini sudah menjadi berita viral yang menyebar di mana-mana," tuturnya.

Fakta di Balik Acara Sahur On The Road yang Viral

Acara sahur on the road di Jombang menjadi viral setelah video dan foto yang menampilkan sound horeg serta penari seksi beredar luas di media sosial. Rupanya, acara ini diikuti oleh ribuan orang yang berpawai dengan sepeda motor melalui jalan kampung dan persawahan, dimulai dari dini hari hingga pagi.

Sekretaris Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Hengki, membenarkan bahwa SOTR dengan sound horeg berlangsung di jalan penghubung desanya dengan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, pada Minggu (22/2) pagi. Dia menegaskan bahwa bukan Pemerintah Desa Jatibanjar yang menggelar acara ini. "(Jogetan seksi) semestinya tidak pantas ada seperti itu, bulan puasa ada seperti itu segala, tidak pantas," jelas Hengki, seperti dilansir dari sumber berita.

HNW menekankan bahwa kegiatan semacam ini justru merusak suasana berpuasa yang seharusnya kondusif. "Jangan malah diganggu dengan kegiatan yang ngakunya sahur pakai terminologi puasa, tapi sebenarnya yang terjadi malah jauh daripada nilai-nilai berpuasa itu," sambungnya. Dia mengajak semua pihak untuk lebih menghormati ibadah puasa dan menjaga etika dalam pelaksanaannya.