Taste Atlas, ensiklopedia kuliner online yang memetakan hidangan tradisional, makanan lokal, dan restoran otentik dari seluruh dunia, baru saja merilis daftar 100 negara dengan kuliner terbaik di dunia untuk periode 2025-2026. Daftar ini disusun berdasarkan 590.228 penilaian valid terhadap 18.912 makanan yang tercatat dalam basis data TasteAtlas. Setiap negara dinilai berdasarkan rata-rata skor dari makanan-makanan yang dinilai, menghasilkan peringkat global yang mencerminkan kekayaan dan kualitas kuliner masing-masing negara.
Kriteria dan Metodologi Penilaian
Penilaian dilakukan oleh pengguna Taste Atlas dari seluruh dunia. Setiap hidangan mendapatkan skor dari 1 hingga 5, dan skor rata-rata suatu negara dihitung dari seluruh hidangan yang dinilai. Data yang digunakan adalah penilaian yang dianggap valid, sehingga menghasilkan peringkat yang akurat. Negara-negara dengan jumlah hidangan terbanyak dan skor tertinggi menduduki posisi teratas.
Peringkat Teratas: Italia, Yunani, dan Spanyol
Italia menduduki peringkat pertama dengan skor rata-rata 4,52. Hidangan seperti pizza, pasta, dan gelato menjadi favorit global. Yunani berada di posisi kedua dengan skor 4,47, terkenal dengan moussaka dan souvlaki. Spanyol menempati peringkat ketiga dengan skor 4,44, berkat tapas, paella, dan gazpacho. Negara-negara Eropa lainnya seperti Jepang (4,40), India (4,37), dan Meksiko (4,34) juga masuk dalam sepuluh besar.
Indonesia Masuk dalam Daftar, Peringkat ke-?
Indonesia, dengan kekayaan kuliner dari Sabang hingga Merauke, juga masuk dalam daftar 100 negara terbaik. Namun, peringkat Indonesia tidak disebutkan secara spesifik dalam artikel asli. Untuk mengetahui posisi pasti Indonesia, pembaca perlu merujuk langsung ke daftar lengkap yang dirilis Taste Atlas. Meski demikian, kehadiran Indonesia dalam daftar ini menunjukkan bahwa kuliner Nusantara, seperti rendang, sate, dan nasi goreng, telah diakui secara global.
Dampak dan Apresiasi Global
Daftar ini tidak hanya menjadi referensi bagi wisatawan kuliner, tetapi juga meningkatkan kebanggaan nasional. Negara-negara yang masuk dalam peringkat atas sering kali mendapatkan perhatian lebih dari wisatawan dan media internasional. Bagi Indonesia, masuknya dalam daftar ini menjadi peluang untuk mempromosikan pariwisata kuliner. Makanan khas daerah seperti gudeg, pempek, dan papeda juga berpotensi dikenal lebih luas.
Menurut Taste Atlas, "Penilaian ini didasarkan pada pengalaman nyata pengguna, sehingga mencerminkan preferensi global yang autentik." Dengan 590.228 penilaian, daftar ini menjadi salah satu yang paling komprehensif dalam industri kuliner. Negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia juga masuk dalam daftar, menunjukkan dominasi kuliner Asia di kancah dunia.



