KOMPAS.com - Tradisi Malam 1 Suro di Istana Mangkunegaran tidak hanya identik dengan Kirab Pusaka Dalem yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Di balik prosesi sakral tersebut, terdapat tradisi kuliner yang juga sarat filosofi, yakni pembagian ketan kepada para peserta dan masyarakat setelah kirab usai.
Pembagian 10.000 Porsi Ketan
Pada peringatan Malam 1 Sura Be 1960 Mangkunegaran tahun ini, sebanyak 10.000 porsi ketan disiapkan di Dapur Ageng Istana Mangkunegaran. Ketan tersebut bukan sekadar hidangan pengganjal lapar setelah menjalani tirakat, melainkan simbol yang mengandung pesan spiritual dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian acara Malam 1 Suro di Mangkunegaran. Ribuan warga antusias mengantre untuk mendapatkan ketan yang telah didoakan dan dianggap membawa berkah. Proses pembagian dilakukan secara tertib dengan melibatkan para abdi dalem dan relawan.
Filosofi di balik pembagian ketan ini mengajarkan tentang kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketan yang lengket melambangkan persatuan dan keakraban antar sesama. Melalui tradisi ini, nilai-nilai luhur budaya Jawa terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.



