Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan dua jembatan penyeberangan di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga akan menjadi ruang publik dengan daya tarik baru, yakni area untuk memasang 'gembok cinta'. Rencana ini disampaikan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menuntaskan penataan monorel yang mangkrak selama 21 tahun di lokasi yang sama.
Dua Jembatan Penyeberangan dengan Konsep Gembok Cinta
Pramono mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan jajaran Dinas Bina Marga untuk merealisasikan proyek ini. "Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Bina Marga, ada dua jembatan yang akan dipasang penyeberangan di sungainya, nanti boleh orang memasang gembok cinta, love," kata Pramono saat meresmikan gedung Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Selasa (30/6). Konsep gembok cinta ini diharapkan menjadi ikon baru yang menarik minat masyarakat, mirip dengan tradisi di berbagai kota dunia di mana pasangan menggembokkan gembok sebagai simbol cinta abadi.
Keberadaan jembatan ini juga diproyeksikan meningkatkan estetika kawasan Rasuna Said yang kini telah berubah wajah setelah tiang-tiang monorel yang terbengkalai berhasil ditertibkan. Pramono menekankan bahwa jembatan ini akan menjadi ruang publik yang interaktif dan romantis, sekaligus memberikan fungsi praktis sebagai penyeberangan yang aman bagi pejalan kaki.
Penataan Monorel Mangkrak Selama 21 Tahun
Pramono menceritakan bahwa tiang-tiang monorel di Rasuna Said telah terbengkalai selama 21 tahun. Proyek monorel yang sempat terbengkalai itu akhirnya berhasil diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta, sehingga kawasan tersebut kini berubah dan menjadi salah satu landmark baru Jakarta. "Dulu di Jakarta ini banyak sekali permasalahan yang tidak terselesaikan. Salah satunya adalah monorel di Rasuna Said yang jumlahnya 109 tiang pancang, 3,8 kilometer, dan Alhamdulillah sekarang Jalan Rasuna Said sudah berhasil kami selesaikan," jelas dia.
Penyelesaian proyek monorel ini tidak lepas dari dukungan dan koordinasi yang baik antara Pemprov DKI Jakarta dengan jajaran Kejaksaan. Pramono mengapresiasi kepada Jaksa Agung beserta jajaran Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang dinilai turut membantu penyelesaian berbagai persoalan strategis di ibu kota. "Kami menyampaikan terima kasih, karena ini sudah 21 tahun tidak pernah terselesaikan," ucap Pramono.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan selesainya penataan monorel dan rencana pembangunan jembatan gembok cinta, kawasan Rasuna Said diharapkan menjadi lebih tertata, estetis, dan memiliki daya tarik wisata baru. Pramono optimistis bahwa ikon baru ini akan mendongkrak citra Jakarta sebagai kota yang modern namun tetap romantis. Masyarakat pun diharapkan dapat memanfaatkan jembatan ini sebagai tempat bersantai, berfoto, dan mengekspresikan cinta.
Proyek ini juga menjadi bukti komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menyelesaikan proyek-proyek mangkrak yang selama bertahun-tahun menjadi pemandangan kurang sedap di ibu kota. Keberhasilan menata monorel Rasuna Said menjadi contoh bahwa dengan koordinasi yang baik, masalah yang sudah berlarut-larut pun bisa diatasi.



