Dedi Mulyadi Nyekar ke Makam Orang Tua di Subang Usai Idul Fitri 2026
Dedi Mulyadi Nyekar ke Makam Orang Tua di Subang

Dedi Mulyadi Bagikan Momen Nyekar ke Makam Orang Tua di Subang Usai Idul Fitri 2026

Dalam suasana hangat pasca-perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan tradisi nyekar dengan mengunjungi makam orang tuanya di kampung halamannya di Subang, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia, terutama di Pulau Jawa, yang sering dilakukan untuk menghormati leluhur yang telah meninggal dunia.

Tradisi Nyekar sebagai Bagian dari Kehidupan Sosial dan Religius

Nyekar, yang secara harfiah berarti berziarah ke makam, lazim dilaksanakan pada momen-momen penting seperti menjelang bulan suci Ramadhan, selama Hari Raya Idul Fitri, atau sesudahnya. Tradisi ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai penghormatan, silaturahmi, dan refleksi spiritual dalam masyarakat. Dedi Mulyadi, sebagai figur publik, turut melestarikan praktik ini dengan mengunjungi makam keluarganya, menunjukkan betapa tradisi tersebut masih hidup dan dihargai di tengah modernisasi.

Momen Ziarah yang Dibagikan Melalui Media Digital

Gubernur Dedi Mulyadi membagikan pengalaman nyekarnya melalui tayangan di kanal YouTube pribadinya, yang diunggah dan dapat diakses pada Selasa, 24 Maret 2026. Dengan memanfaatkan platform digital, ia tidak hanya mendokumentasikan momen pribadi tetapi juga mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga tradisi lokal. Video tersebut menampilkan suasana khidmat di makam, disertai dengan pesan-pesan yang mengajak masyarakat untuk terus merawat hubungan dengan leluhur dan keluarga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kegiatan ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, mengingat Dedi Mulyadi dikenal sebagai pemimpin yang aktif dalam mempromosikan budaya Jawa Barat. Nyekar ke makam orang tua di Subang menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai tradisional dapat diintegrasikan dengan kehidupan modern, tanpa kehilangan makna aslinya. Hal ini juga menginspirasi banyak orang untuk tetap menjalankan tradisi serupa, terutama di era digital di mana konten seperti ini dapat dengan mudah dibagikan dan diapresiasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga