KOMPAS.com - Tanggal 1 Sura dalam Kalender Jawa menjadi penanda dimulainya tahun baru. Tahun ini, 1 Sura menandai awal Tahun Baru Be 1960, yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Untuk memperingati momen tersebut, Pura Mangkunegaran menyelenggarakan serangkaian acara, termasuk Pameran Surakusuma yang mengusung konsep laku waktu Atita, Atiki, dan Anagata.
Makna Filosofis di Balik Pameran Surakusuma
Pameran Surakusuma tidak sekadar pameran biasa, melainkan sarat dengan makna filosofis yang mendalam. Konsep laku waktu yang diangkat mencerminkan perjalanan hidup manusia yang terdiri dari masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Abdi Muda Pura Mangkunegaran, Driadelta Juneza, saat ditemui Kompas.com di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (12/6/2026), menjelaskan makna dari ketiga konsep tersebut. “Di mana Atita ini sebagai simbol pelepasan terhadap sesuatu yang sudah lewat,” ujarnya.
Atita, Atiki, dan Anagata: Tiga Dimensi Waktu
Lebih lanjut, Driadelta memaparkan bahwa Atita merupakan representasi dari hal-hal yang telah berlalu dan perlu dilepaskan. Sementara itu, Atiki bermakna kehadiran secara penuh pada saat ini atau hal yang sedang kita lakukan. “Lalu Atiki ini sesuatu yang hadir sepenuhnya atau mungkin pada saat ini yang sedang kita lakukan,” jelasnya. Adapun Anagata adalah sikap menyambut sesuatu yang akan datang dengan penuh harapan. “Dan juga Anagata untuk menyambut sesuatu yang akan datang,” sambung Driadelta.
Rangkaian Acara Menyambut 1 Sura
Pameran Surakusuma menjadi salah satu puncak perayaan tahun baru Jawa di Pura Mangkunegaran. Selain pameran, terdapat berbagai kegiatan lain yang digelar untuk memeriahkan momen sakral ini. Masyarakat diajak untuk merenungkan perjalanan waktu dan menyambut tahun baru dengan semangat baru.
Dengan adanya pameran ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami nilai-nilai budaya Jawa yang kaya akan filosofi. Pura Mangkunegaran sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa terus berupaya melestarikan tradisi dan mengajak generasi muda untuk turut serta dalam menjaga warisan leluhur.



