Wamendagri Soroti Peran Strategis Dai untuk Ketahanan Nasional di Perbatasan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya peran dai dalam memperkuat ketahanan nasional, terutama di wilayah perbatasan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Internasional dan Upgrading Dai bertema 'Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan' yang digelar di Aula Kantor Bupati Sambas, Kalimantan Barat, pada Selasa (7/4/2026).
Sambas sebagai Etalase Kedaulatan Indonesia
Dalam keterangan tertulis pada Rabu (8/4/2026), Wiyagus menilai Kabupaten Sambas bukan sekadar titik geografis, melainkan wilayah strategis yang berfungsi sebagai 'etalase kedaulatan' Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kondisi sosial, ekonomi, dan ideologi masyarakat di daerah tersebut mencerminkan kewibawaan bangsa di mata internasional.
"Kabupaten Sambas adalah cermin yang memberikan impresi kepada dunia tentang kewibawaan Indonesia. Apa yang tampak di sini sangat penting untuk citra nasional kita," ujarnya.
Pendekatan Komprehensif untuk Penguatan Perbatasan
Wiyagus menekankan bahwa penguatan kawasan perbatasan tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mencakup aspek-aspek krusial lainnya:
- Ketangguhan ideologi untuk melawan pengaruh luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa.
- Stabilitas sosial guna mencegah kerentanan akibat ketimpangan ekonomi.
- Kemandirian ekonomi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan lintas batas.
Ia memperingatkan, "Kita tidak bisa membiarkan perbatasan kita menjadi ruang yang rapuh. Tantangan ideologis dan ekonomi harus diantisipasi dengan pendekatan yang holistik."
Transformasi Peran Dai di Era Modern
Dalam konteks ini, Wamendagri menekankan peran kunci tokoh masyarakat, termasuk dai, dalam memperkuat nilai kebangsaan dan mendorong pemberdayaan. Ia menyatakan bahwa dai harus bertransformasi secara multidimensional, tidak hanya sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga sebagai:
- Agen pemberdayaan yang mendukung kemandirian ekonomi lokal.
- Penguat ketahanan sosial untuk menjaga stabilitas masyarakat.
- Penjaga nilai kebangsaan yang memperkuat identitas nasional.
"Agama harus hadir sebagai solusi nyata atas persoalan kesejahteraan dan ideologi masyarakat. Dai perlu membangun spiritualitas yang kuat sekaligus mentalitas unggul di wilayah perbatasan," tegas Wiyagus.
Harapan untuk Rekomendasi Konkret
Wamendagri berharap seminar ini mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk penguatan ekonomi lokal, ketahanan ideologi, dan kedaulatan bangsa di perbatasan. "Semoga forum ini membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sambas," pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Sambas Satono, Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak Malaysia YB Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom, Konsul Jenderal RI Kuching Abdullah Zulkifli, Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, serta pembicara internasional dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand.



