Di tengah riuh perayaan Hari Buruh Internasional di Monas, terdapat momen berharga yang dirasakan para buruh. Presiden Prabowo Subianto membagikan paket sembako dalam acara bertajuk May Day Fiesta 2026 tersebut. Pembagian sembako ini disambut bahagia oleh para buruh, salah satunya Soleh (29). Wajahnya tampak sumringah di antara kerumunan buruh yang memadati Monas.
Kebahagiaan Buruh Menerima Sembako
Buruh asal Cikarang itu mengaku datang sejak pukul 7 pagi, demi bisa mengikuti perayaan May Day Fiesta 2026. Dia tak menduga akan dapat paket sembako dari Prabowo.
"Rasanya sangat-sangat bahagia ya, dan banyak berterima kasih. Udah itu aja sih yang bisa," kata Soleh di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026). "Oh nggak tahu, kita sebelumnya belum dikasih tahu," sambungnya.
Dalam sebuah tas serut bertuliskan Istana Kepresidenan Republik Indonesia, para buruh May Day di Monas menerima paket sembako berupa beras, kopi, susu, sarden, teh, margarin, hingga gula. Proses pengambilannya pun cukup mudah dan praktis. Peserta May Day hanya perlu mencelupkan jari kelingking ke tinta seperti saat pemilu, sebagai tanda sudah menerima. Meski harus antre cukup panjang, hal itu tak menjadi soal untuk Soleh. Baginya, bawa pulang paket sembako sudah lebih dari cukup menambah kebahagiaan saat menghadiri peringatan May Day di Monas ini.
Buruh Tangerang Juga Merasa Bahagia
Kebahagiaan juga datang dari salah seorang buruh perempuan asal Kabupaten Tangerang, Eka (33). Bekerja sebagai buruh di pabrik industri sepatu menjadi alasan dirinya hadir ke Monas, merayakan May Day 2026. Sama seperti Soleh, wajahnya tampak sumringah tersenyum setelah mendapatkan paket sembako dari Presiden Prabowo.
"Alhamdulillah aja bersyukur, ngerasa senang dapat sembako," ujar Eka. Di tengah kerumunan, Eka tidak ragu menunjukan isi sembako yang diterima kepada beberapa wartawan. Tanpa banyak bicara, Eka langsung unboxing dan mengeluarkannya satu per satu. Paket Eka tak berbeda seperti milik Soleh, berisikan beras, kopi, susu, sarden, teh, margarin, hingga gula.
Kebahagiaan ini tak hanya dinikmatinya sendiri. Setibanya di rumah, Eka berencana mengolah bahan-bahan tersebut menjadi makanan lezat untuk dapat dinikmati bersama sang anak. "Langsung bikin ini ya, makanan," tutupnya.



