Seekor sapi di Kampung Cipatangga, Desa Puspasari, Tasikmalaya, Jawa Barat, kabur hingga sejauh empat kilometer dan menyeruduk warga yang berusaha menangkapnya. Peristiwa ini terjadi saat sapi hendak diturunkan dari bak terbuka untuk persiapan kurban Iduladha.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat dua orang pekerja memegang tali sapi. Namun, salah satu tali terlalu pendek sehingga terlepas. Sapi pun langsung berlari kencang dan masuk ke area perkebunan. Warga yang mencoba mengejar justru menjadi sasaran seruduk. Beberapa orang terjatuh dan nyaris terluka.
Aa Wastika, salah satu panitia kurban, mengatakan, "Sapi kabur saat mau diturunkan dari bak terbuka. Pekerja ada dua orang, satu pegang tali, tapi tali yang satu pendek terus lepas. Kami tawarkan bantuan, tapi pekerja bilang tenang, bisa. Ternyata kabur."
Pengejaran Dramatis
Sapi berlari sejauh hampir empat kilometer. Kekhawatiran muncul jika sapi sampai ke jalan raya dan menabrak motor. Beruntung, sapi akhirnya bisa dilumpuhkan setelah masuk ke area kebun dengan kontur tanah miring. Sapi tidak bisa melangkah lebih jauh, sehingga panitia berhasil mengendalikannya.
"Sapi akhirnya bisa dilumpuhkan usai kabur sejauh empat kilometer. Sapi tidak bisa melangkah masuk areal perkebunan dengan kontur tanah miring," jelas Aa Wastika. Sapi tidak mengalami luka atau patah dan akhirnya disembelih saat perayaan Iduladha.
Insiden Serupa di Lokasi Lain
Kejadian serupa juga terjadi di Kampung Padaluyu, Desa Puspahiang. Seekor sapi cokelat mengamuk saat hendak disembelih. Sapi meronta berulang kali dan nyaris menendang warga di sekitarnya. Situasi baru terkendali setelah panitia menarik tali di bagian kaki sapi hingga hewan itu terjatuh.
"Hampir lepas, untung segera dikendalikan," kata Wakhidun, seorang warga setempat. Bagi warga kampung, suasana seperti ini menjadi pemandangan biasa saat Iduladha. Wakhidun mengaku justru menikmati keramaian saat sapi hendak disembelih.
Imbauan Panitia
Meski menimbulkan kepanikan sesaat, insiden ini tidak sampai menimbulkan korban luka serius. Panitia mengimbau agar ke depan proses penurunan dan pengikatan hewan kurban dilakukan lebih hati-hati, terutama dengan melibatkan tenaga yang cukup.



