Bantuan PPSE Kemensos Pulihkan Usaha dan Pendidikan Keluarga di Bandung Barat
Entin Sumartini (51), warga Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, kini bisa kembali berjualan setelah menerima bantuan dari Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Kementerian Sosial (Kemensos). Selain itu, anaknya juga berhasil melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 17 Cimahi secara gratis. Kisah ini menjadi contoh nyata bagaimana integrasi program-program prioritas pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, mampu menciptakan dampak signifikan dalam memutus rantai kemiskinan di masyarakat.
Modal Usaha Kembali Bergerak
Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (24/3/2026), Entin mengungkapkan rasa syukurnya. "Usaha saya dari tahun 2017, jualan seblak sama bakso, dulunya punya modal Rp 80 ribu awalnya. Alhamdulillah ibu bisa jualan lagi warungnya dapat bantuan dari PPSE," ujarnya. Bantuan tersebut ia terima saat ditemui beberapa waktu lalu di desanya.
Dana bantuan PPSE digunakan Entin untuk membeli berbagai perlengkapan usaha, termasuk:
- Peralatan memasak dan blender
- Mesin es serut dan kompor
- Tabung gas serta bahan baku seblak dan bakso
Tambahan modal ini secara otomatis meningkatkan penghasilan hariannya. Dari sebelumnya hanya sekitar Rp100 ribu, kini Entin bisa mengantongi pendapatan kotor kurang lebih Rp150 ribu per hari. "Biasanya dapet Rp100 ribu, sekarang dapet Rp150 ribu," katanya dengan senyum lega.
Dukungan untuk Keluarga yang Rentan
Entin mengaku sangat terbantu dengan program pemberdayaan ini, terutama karena penghasilan suaminya sebagai buruh kuli bangunan tidak menentu dan sangat bergantung pada ketersediaan proyek. Program PPSE tidak hanya memulihkan ekonominya, tetapi juga memberikan stabilitas finansial bagi keluarganya.
Di sisi lain, Entin tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena anaknya, Diki Maulana (16), bisa mengakses pendidikan berkualitas tanpa biaya di Sekolah Rakyat. "Alhamdulillah sangat terbantu, apalagi anak sekolah di SR (Sekolah Rakyat), sangat membantu sekali, ibu enggak punya biaya ya buat anak sekolah, Alhamdulillah ada bantuan dari Bapak Presiden, akhirnya anak ibu sekolah lagi," ucapnya sambil meneteskan air mata haru.
Janji dari Generasi Penerus
Diki Maulana, yang kini menjadi siswa di SRT 17 Cimahi, menyampaikan pesan penuh harap kepada orang tuanya. "Pesan dari saya untuk kedua orang tua saya, semoga tetap sehat, panjangkan umurnya, dan selalu tetap berjuang," kata remaja berusia 16 tahun itu.
Ia juga berjanji akan memanfaatkan kesempatan pendidikan ini sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita dan membantu meningkatkan derajat keluarganya. Integrasi antara bantuan ekonomi melalui PPSE dan akses pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat menunjukkan pendekatan holistik pemerintah dalam mengatasi kemiskinan.
Kisah Entin dan keluarganya menjadi bukti bahwa program pemberdayaan sosial ekonomi, ketika dijalankan secara terintegrasi, dapat membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di daerah seperti Bandung Barat.



